Tol Jogja-Solo di Sleman Sudah 47 Persen, Konstruksi Elevated Dikebut
Progres Tol Jogja-Solo segmen Purwomartani-Maguwoharjo mencapai 47% dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan konstruksi elevated.
Foto ilustrasi. Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan guguran lava terpantau kembali terjadi di Gunung Merapi pada Jumat (6/9/2024).
Dari pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB teramati guguran lava mengarah ke barat daya. Jarak luncur maksimumnya sampai 1,8 kilometer.
"Teramati 31 kali guguran lava ke arah barat daya, Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso dalam keterangan tertulis BPPTKG pada Jumat (6/9/2024).
Selain puluhan guguran lava yang teramati, sejumlah aktivitas kegempaan juga tercatat di Gunung Merapi.
BACA JUGA: Resep Beragam Sayur Lodeh yang Cocok untuk Makan Malam
Dalam periode pengamatan enam jam, jumlah gempa guguran yang terjadi sebanyak 52 kali. Gempa hybrid terjadi satu kali. Sementara gempa vulkanik dangkal terjadi dua kali dan gempa tektonik jauh terjadi satu kali.
Merujuk aktivitas yang ada, tingkat aktivitas Gunung Merapi disebut Agus berada pada Level III atau siaga.
Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Agus melanjutkan bila data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Karennaya masyarakat diminta Agus agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Karenanya masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo segmen Purwomartani-Maguwoharjo mencapai 47% dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan konstruksi elevated.
Ekonom UMY menjelaskan kenaikan desil belum tentu menandakan ekonomi membaik. Desil merupakan peringkat relatif kesejahteraan rumah tangga.
Kemendikdasmen siapkan pembaruan aturan belajar darurat akibat karhutla Kalimantan. Sebanyak 571.338 murid telah mengikuti PJJ.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu siang. Kolom abu mencapai 400 meter dan nelayan serta wisatawan diminta menjauh 2 kilometer.
Video mahasiswa baru ISI Solo berjoget di Pendopo Ageng viral. Kampus meminta maaf dan menyiapkan edukasi etika serta wawasan budaya.
PSS Sleman masih membuka peluang meminjamkan pemain ke Liga 2 dan merekrut pemain muda baru sesuai gaya permainan tim.