Pieter Huistra Bicara Rivalitas PSS-PSIM: Sepak Bola Itu Indah
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Foto ilustrasi. Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan guguran lava terpantau kembali terjadi di Gunung Merapi pada Jumat (6/9/2024).
Dari pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB teramati guguran lava mengarah ke barat daya. Jarak luncur maksimumnya sampai 1,8 kilometer.
"Teramati 31 kali guguran lava ke arah barat daya, Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso dalam keterangan tertulis BPPTKG pada Jumat (6/9/2024).
Selain puluhan guguran lava yang teramati, sejumlah aktivitas kegempaan juga tercatat di Gunung Merapi.
BACA JUGA: Resep Beragam Sayur Lodeh yang Cocok untuk Makan Malam
Dalam periode pengamatan enam jam, jumlah gempa guguran yang terjadi sebanyak 52 kali. Gempa hybrid terjadi satu kali. Sementara gempa vulkanik dangkal terjadi dua kali dan gempa tektonik jauh terjadi satu kali.
Merujuk aktivitas yang ada, tingkat aktivitas Gunung Merapi disebut Agus berada pada Level III atau siaga.
Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Agus melanjutkan bila data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Karennaya masyarakat diminta Agus agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Karenanya masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
SIM Keliling Polda DIY Jumat 25 September 2026 hadir di Kantor Kalurahan Kalitirto Berbah, Cek jadwal, syarat, biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 25 September 2026 tersedia di Alkid. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.