Bahasa Inggris Wajib di SD pada 2027, Jogja Siapkan Guru
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Ribuan jemaah memadati Alun-alun Selatan, Kota Jogja, beberapa saat sebelum pelaksanaan salat Iduladha, Jumat (6/6/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Alun-alun Selatan Jogja dipenuhi ribuan umat muslim yang melaksanakan Salat Iduladha, pada Jumat (6/6/2025) pagi. Sebelum pukul 06:30 WIB atau sekitat 30 menit sebelum dimulai, jemaah sudah tampak memenuhi lapangan dengan membawa peralatan salat masing-masing.
BACA JUGA: Kraton Jogja Perbolehkan Alkid Digunakan untuk Salat Iduladha
Salat Iduladha di Alun-alun Selatan Jogja dimulai sekitar pukul 07:00 WIB dengan penuh khidmat. Cuaca Kota Jogja yang cerah turut menambah kekhusyukan jemaah dalam beribadah.
Dalam ceramahnya, Mardjoko Idris yang bertindak sebagai imam dan khatib menekankan sikap rendah hati kepada jemaah. Kalimat takbir yang berkumandang selama beberapa hari merefleksikan bahwa kebesaran hanya milik Tuhan.
“Kalimat takbir akan terus menggema hingga tanggal 13 Dzulhijjah yaitu hari Tasyrik, artinya kebesaran dan kemuliaan hanya milik Allah SWT. Oleh karena itu tidak selayaknya kita menyombongkan diri, apalagi kesombongan tersebut terhadap Allah SWT,” ujar Mardjoko.
Selain itu, ia juga menyampaikan kepada jemaah agar tidak mudah tergoda dengan meraih kekayaan secara instan. Ia mencontohkan negara-negara maju yang prosesnya tidak diraih secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang.
“Tetapi dalam kehidupan saat ini banyak orang yang tidak memahami prinsip kerja keras tersebut. Mereka ingin cepat kaya secara instan, kerja sekali tapi cepat kaya. Oleh karena itu mereka melakukan korupsi, manipulasi dan praktik-praktik kehidupan yang tidak dibenarkan,” katanya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja, Nadhif mengatakan terdapat 191 titik pelaksanaan salat Iduladha di wilayahnya. 90 diantaranya dilaksanakan di tanah lapang, serta terdapat 101 titik yang dilaksanakan di masjid yang tersebar di berbagai kemantren.
Ia pun mensyukuri perayaan Iduladha di Indonesia bersamaan, dan menyepakati hasil sidang isbat pemerintah. Selain itu, perayaan Iduladha di Indonesia juga bersamaan dengan Arab Saudi.
“Organisasi besar di Indonesia bersepakat sama dengan sidang isbat pemerintah Republik Indonesia. Kita bersyukur juga bahwa tanggal 1 Dzulhijjah antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi sama, sehingga wukuf di Arafah juga terjadi pada hari Kamis 9 Dzulhijjah,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Adapun untuk tempat penyembelihan hewan kurban di Kota Jogja ada sekitar 509 lokasi. Nadhif mengatakan, sebagian besar lokasi penyembelihan dilakukan di sekitar masjid atau musala.
Waktu penyembelihan hewan kurban di Kota Jogja bervariasi, namun kebanyakan dilakukan tepat pada saat Iduladha, Jumat (6/6/2025). Selain itu, ada juga yang dilakukan penyembelihan saat hari Tasyrik, atau tiga hari setelah Iduladha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.