RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul menyatakan luas lahan tanaman bawang merah di Bantul sudah sampai sekitar 800 hektare. Luas lahan tersebut tidak akan ditambah lagi untuk menjaga harga bawang merah tetap stabil di pasaran.
"Karena kalau lebih [dari 800 hektare] nanti harga bawang akan turun dan petani yang dirugikan," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi, Minggu (24/6/2018).
Pulung mengatakan tiap hektare tanaman bawang rata-rata menghasilkan 9-10 ton. Hasil panen tersebut sudah memenuhi kebutuhan bawang merah di Bantul. Bahkan sebagian hasil panen dijual ke luar daerah oleh petani. Artinya, dikatakan Pulung kualitas bawang merah Bantul cukup bagus.
Terlebih saat ini tengah dikembangkan tanaman bawang organik yang hasilnya lebih banyak dari bawang nonorganik. Bawang organik yang dikembangkan petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri mampu menghasilkan 12 ton per hektare.
Hasil yang mencengangkan tersebut diakui Pulung patut diapresiasi dan bisa dikembangkan oleh petani lain di Bantul. Namun pengembangan bawang organik, kata dia, bukan berarti menambah lahan baru, melainkan mengalihkan kebiasaan petani bawang yang sudah dilakukan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia seperti yang sudah dilakukan petani Nawungan.
"Kami memang menjaga agar luasan tanaman bawang merah tidak lebih dari 800 hektare," ujar Pulung. Selain di Imogiri, tanaman bawang merah juga ada di Kecamatan Srandakan, Sanden, dan Kretek. Semuanya ada di wilayah pesisir, kecuali Imogiri satu-satunya wilayah pengembangan tanaman bawang di daerah perbukitan.
Meski akan dibatasi cukup 800 hektare, tetapi sejumlah petani saat ini mulai melirik pada tanaman bawang organik. Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo Juwari mengatakan sudah ada kelompok tani tetangga dusun yang ingin beralih dari tanaman tembakau ke tanaman bawang merah organik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.