Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Wisatawan memadati Pantai Parangtritis, Sabtu (16/6/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menggagas wisata malam di sejumlah objek wisata. Gagasan tersebut selain menghibur wisatawan juga untuk menggaet para investor yang selama ini masih ragu-ragu berinvestasi di Bantul.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan banyak investor di bidang perhotelan, warung makan, dan tempat hiburan yang masih berhitung untuk berinvestasi di Bantul. Alasannya, kata dia, karena wisata malam belum berkembang.
Berdasarkan pengakuan para investor, wisatawan cenderung mencari penginapan yang dekat dengan wisata malam. "Investasi kalau tidak ada wisata malamnya enggak mau. Kalau wisata malam sepi, wisatawan tidak mau menginap," kata Kwintarto di kompleks Parasamya Bantul, Senin (25/6/2018).
Menurut dia, saat ini wisatawan yang berkunjung ke Bantul mencari penginapan di kota. Alasannya di kota wisata malamnya hidup dan banyak pilihan atraksi wisata di malam hari. Kwintarto mengatakan atraksi wisata malam akan dikembangkan di wilayah pesisir selatan.
Selain pantai, objek wisata di kawasan Pajangan juga menjadi fokus untuk dibangun wisata malam. Wilayah Pajangan diutamakan karena di kawasan tersebut akan berdiri dua kampus yang cukup besar dan dipastikan wilayah tersebut mulai ramai.
Dinas sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar masyarakat mulai mempersiapkan peluang tersebut, dengan membuka usaha penginapan homestay, kuliner, dan kerajinan, agar wisatawan tetap nyaman di Bantul.
"Kami sudah mendorong bagaimana agar wisatawan menginap di homestay disuguhi berbagai atraksi," ucap Kwintarto.
Berbagai atraksi yang akan ditampilkan untuk menghibur wisatawan nantinya, tidak hanya dari kesenian lokal, tetapi juga berkelas nasional. Bahkan dinas berencana mengundang seniman kelas internasional ke Bantul. Namun masih terkendala sarana dan prasarana karena butuh pelayanan yang ekstra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY menyosialisasikan dua kebijakan premium baru, yakni Golden Visa dan Global Citizen Indonesia.