Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Warga pesisir Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo mengikuti kirab dengan membawa beragam sesaji dan gunungan hasil bumi dan ogoh-ogoh saat menggelar Upacara Bekti Pertiwi & Pisungsung Jaladri di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, DI. Yogyakarta, Selasa (09/07/2018). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL -Warga Pedukuhan Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, menggelar upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri di Pantai Parangkusumo, Selasa (3/7/2018). Dalam upacara tersebut warga melarung sesajen usai didoakan di pinggir pantai.
Tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun ini diikuti oleh ratusan warga Mancingan. Bahkan sejumlah wisatawan juga turut hadir dan mengikuti prosesi upcara tersebut.
Upacara diawali dari Pendopo Parangtritis. Warga dengan membawa gunungan tumpeng, sayuran, bunga, dan berbagai ubo rampe, berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Usai berdoa gunungan di arak ke Cepuri Parangkusumo, tempat yang dipercaya sebagai istana Ratu Kidul.
Perjalanan dari pendopo Parangtritis ke Parangkusumo sekitar 1 kilometer. Selain gunungan tumpeng dan sayuran, beberapa ogoh-ogoh dan berbagai kesenian tradisional juga turut mengiringi jalannya upacara tersebut. Dari Cepuri Parangkusumo, sesajen dibawa ke pantai untuk dilarung.
Wakil Ketua Panitia Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri, Tri Waldiana mengatakan upacara tersebut salah satu bentuk ungkapan syukur warga kepada Tuhan atas limpahan rezeki, baik rezeki dari hasil bumi maupun imbas dari banyaknya wisatawan di Parangtritis, karena adanya laut selatan.
Warga meyakini ada kekuatan gaib dari yang menguasai laut selatan, sehingga harus memberikan pisungsung atau ungkapan terimakasih kepada penguasa laut tersebut. Dari banyak pernak pernik yang dilarung, kata Waldiana, tiga yang harus ada, yakni tumpeng, pisang, kelapa muda, dan pakaian.
"Yang dilarung tumpeng songgo buono simbol keyakinan pada Tuhan. Degan memiliki nilai air suci. Pisang sanggan sebagai amanah dan tanggung jawab yang diemban manusia, dan pakaian adalah simbol keberadaan nilai moral, karena manusia tanpa pakaian tak ada nilai moralnya," jelas Waldiana, disela-sela upacara berlangsung.
Ia tidak tahu persis sejak kapan Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri dilakukan. Namun sejak Waldiana sebelum lahir sudah ada bahkan sudah turun temurun. Namun baru beberapa tahun terakhir upacara dikemas dengan pariwisata. Terbukti banyak wisatawan yang datang dan menyaksikan prosesi upacara tersebut.
Bahkan wisatawan ikut berebut hasil bumi yang dilarung di laut. Miyati, 42, warga Paliyan Bantul mengaku sengaja datang ke Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan upacara tersebut. Ia datang bersama suami dan saudaranya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Menhut Raja Juli Antoni membekukan izin tiga perusahaan di Kaltim terkait karhutla dan memerintahkan pemulihan ekosistem.
Harga minyak nasional Januari–September 2026 mencapai US$85–90 per barel. Pemerintah tetap menjaga harga Pertalite dan Biosolar.