Gara-Gara Kecelakaan, Pengelola Jip Wisata Dapat Pembinaan dari Polres Sleman

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Rabu, 04 Juli 2018 10:50 WIB
Gara-Gara Kecelakaan, Pengelola Jip Wisata Dapat Pembinaan dari Polres Sleman

Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim (tengah) memberikan pemaparan kepada sejumlah pengelola Jip wisata di Aula Polres Sleman, Selasa (3/7/2018)/Harian Jogja-Irwan A. Syambudi

Harianjogja.com, SLEMAN- Polres Sleman mengumpulkan seluruh pengusaha atau asosiasi jip wisata di daerah ini baik yang beroperasi di lereng Merapi maupun di Taman Tebing Breksi. Hal ini guna memberikan sosialisasi dan pembinaan terkait dengan prosedur keselamatan yang harus dipatuhi agar tidak lagi terjadi kecelakaan.

Pascaterjadinya kecelakaan jip wisata di lereng Merapi yang menyebabkan wisatawan meninggal beberapa waktu lalu, berbagai upaya pembenahan dilakukan. Salah satunya upaya dilakukan oleh Polres Sleman dengan melakukan pembinaan terhadap pengusaha dan seluruh lapisan yang terlibat dalam kegiatan jip Wisata.

Hal ini dilakukan karena banyak di antaranya yang tidak mematuhi aturan keselamatan. "Banyak sopir jip yang belum memiliki SIM, dan mobil banyak yang tidak layak. Kalau saya kita blak-blakan mungkin dari 10 jip hanya dua jip yang layak jalan," kata dia Selasa kemarin.

Firman menjelaskan bahwa keselamatan penumpang dan sopir harus diutamakan, jangan hanya memburu keuntungan saja tanpa memperhatikan keselamatan penumpang. Sarana kelengkapan keamanan dan kondisi mobil harus siap.

"Sopir harus benar-benar mahir dan menguasai medan. Saya minta semua jip yang digunakan untuk Lava tour harus dilengkapi sarana tersebut," jelasnya.

Dengan adanya pertemuan tersebut Firman berharap adanya keselarasan antara pengelola jip dan perintah daerah serta kepolisian. Sehingga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan, juga kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat yang akan berwisata.

"Dengan adanya kecelakaan itu, tentunya kepercayaan masyarakat menurun. Untuk itu kita harus kembalikan kepercayaan masyarakat kalau berwisata di Sleman itu aman," harapnya.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi Wilayah Timur, Bambang Sugeng mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan polisi. Ia mengaku jika ada oknum yang masih bandel, asosiasi memiliki hak untuk melakukan penindakan.

Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan yang berlaku, sanksi yang diberikan pun dapat berupa skorsing pengoperasian jip. "Asosiasi jip akan memberikan sanksi. Sanki tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan," kata Bambang.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online