Ilustrasi mahasiswa/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Bidang Puslitbang Agama dan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) bersama enam konsorium perguruan tinggi negeri Islam salah satunya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Riset Aksi Kebangsaan di daerah perbatasan. Kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengirimkan sepuluh mahasiswa dari berbagai disiplin keilmuan. Mereka akan mengabdi di Atambua, Nusa Tenggara Timur untuk KKN selama satu bulan, meningkatkan integritas kebangsaan masyarakat Indonesia yang ada di perbatasan negara Timor Leste.
“Untuk memajukan daerah perbatasan ada dua cara yaitu mengajar di daerah terluar atau membawa masyarakatnya menempuh pendidikan di kota. Salah satu pilihannya adalah mengirim mahasiswa untuk mendidik masyarakat perbatasan melalui program KKN Riset Aksi Kebangsaan,“ kata Muhammad Murtadlo, Kepala Bidang Puslitbang Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI saat Pelepasan Mahasiswa KKN-96 di gedung Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, Selasa (3/7/2018).
Dalam KKN Tematik tersebut, lanjut Mutadlo, Kementerian Agama menugaskan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk menjadi ketua konsorium. Selain itu perguruan tinggi Islam negeri dituntut mengembangkan program pendidikan yang berdaya saing global agar bisa mengatasi problem bangsa.
“Seperti masyarakat perbatasan minim akan integritas kebangsaan. Ini tugas perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman wawasan nasional,” kata Murtadlo.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Yudian Wahyudi mengatakan pelaksanaan KKN merupakan wujud iman secara ilmiah. Dalam Alquran juga disebutkan untuk menjelajah muka Bumi agar senantiasa ingat kekuasaan Tuhan. “Kegiatan KKN sama saja melaksanakan perintah Alquran yaitu wisata ilmiah” kata Yudian.
Yudian berpesan agar mahasiswa bekerja keras jangan tinggalkan kewajiban tanpa tanggung jawab. KKN tersebut bukan sekadar jalan-jalan, tetapi memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di Atambua serta memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Sementara itu, Muzlam, mahasiswa program studi Kimia yang juga ketua KKN Atambua menjelaskan sebelum terjun ke lokasi mereka melakukan riset kependudukan di lokasi. Data statistik yang diperoleh digunakan untuk bahan menyusun program kerja. Setidaknya ada tiga program utama yaitu bidang ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
“Bidang ekonomi misalnya membuat suvenir dan pelatihan sablon untuk masyarakat. Pendidikan pelatihan bahasa Inggris, pengenalan lagu daerah dan budaya Indonesia, pendidikan reproduksi remaja dan gaya hidup sehat. Untuk wisata membekali pengetahuan masyarakat terkait teknologi informasi agar potensi objek wisata tersiar luas,” kata Mazlan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.