Prostitusi di Mrican Makin Meresahkan, Beraksi di Malam Idulfitri, Cucu Ketua RW Jadi Korban

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 04 Juli 2018 23:04 WIB
Prostitusi di Mrican Makin Meresahkan, Beraksi di Malam Idulfitri, Cucu Ketua RW Jadi Korban

Puluhan warga Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo mendatangi Balaikota, Rabu (4/7/2018). /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak

Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan warga Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo mendatangi Balaikota, Rabu (4/7/2018). Mereka datang untuk menagih janji dukungan Walikota Jogja membersihkan kegiatan prostitusi di wilayah itu.

Ketua RW 09 Kampung Mrican Sarono megatakan selama ini warga Mrican berkomitmen untuk membersihkan kawasan tersebut dari praktek prostitusi. Sayangnya, pandangan negatif kawasan tersebut belum hilang sampai saat ini.

"Warga ingin Pemkot bergerak cepat dan mendukung keinginan warga untuk bisa membersihkan Mrican dari kegiatan prostitusi,” katanya di Balaikota, Rabu (4/7/2018).

Sarono mengakui selama ini masih ada kegiatan prostitusi terselubung di Mrican. Pelakunya juga bukan dari kalangan warga tetapi dibawa masuk ke kawasan tersebut. Bahkan kasus terakhir terjadi pada malam Idulfitri. "Kami temukan dua pasangan prostitusi. Pelakunya dari luar Mrican. Langsung digropyok dan dibawa ke kepolisian,” katanya.

Keresahan warga bertambah karena awal Juli ini ada kasus percobaan tindak asusila yang menimpa salah seorang anak perempuan berusia 11 tahun di Mrican yang dilakukan oleh penduduk luar kampung. Korban percobaan tindak asusila itu adalah cucu Sarono selaku Ketua RW 9 Mrican.

Beruntung korban bisa menggigit pelaku kemudian berteriak dan minta pertolongan warga. Kondisi tersebut menyebabkan warga Mrican gerah dan mendatangi Pemkot.

"Pelaku sempat kabur tapi berhasil diamankan warga. Kasus ini sudah kami laporkan ke Polsek Umbulharjo dan berakhir damai dengan kesepakatan perbuatan pelaku tidak diulangi," ujarnya.

Ketua RW 8 Mrican Harsono meminta agar Pemkot menindak tegas terhadap kegiatan prostitusi di Mrican. Itu dilakukan agar tidak muncul pelanggaran hukum jika warga bertindak sendiri.

“Kalau ada warga yang ngamar tolong ditindak tegas. Jangan sampai warga sendiri yang melakukan. Kami minta janji walikota yang sudah berjanji ingin membersihkan Mrican dari prostitusi,” ujarnya.

Sefina, perwakilan Pemudi Mrican mengatakan selama ini warga sudah giat mewujudkan Kampung Takwa. Dia mengaku risih dengan stigma negatif yang masih melekat di kawasan Mrican. "Saya kalau pulang malam pasti minta jemput keluarga Dia juga merasa resah jika harus pulang saat malam hari ke rumahnya dan minta dijemput keluarganya,” ujar Sefina.

Seperti diketahui Mrican pada kurun waktu 1973 hingga 1997 terkenal sebagai kawasan lokalisasi. Selama 20 tahun terakhir, warga Mrican telah berupaya melakuan pembinaan dan pemberdayaan kepada mereka yang sebelumnya terlibat kegiatan prositusi.

Salah satunya menjadikan Mrican sebagai Kampung Takwa dengan mitra Baznas Jogja. Sayangnya sejak ditutup 1997 lalu, image negatif kawasan ini belum bisa hilang hingga saat ini. Sebab masih ada jasa penyedia kamar prostitusi terselubung di lokasi tersebut.

Menanggapi hal itu Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jogja Sarjono berjanji akan menyampaikan aspirasi warga itu ke Walikota Jogja Haryadi Suyuti. "Kami akan membentuk tim kecil untuk menangani masukan warga Mrican," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online