Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi Bunuh Diri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Gantung diri kembali terjadi. Kali ini dilakukan Partorejo, seorang warga Dusun Karanglor, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Senin (9/7/2018). Lagi-lagi, penyakit yang tak kunjung sembuh jadi pemicu warga itu nekat gantung diri.
Kasus tersebut menambah panjang rekam data gantung diri di Bumi Handayani. Menurut data Polres Gunungkidul tercatat kasus bunuh diri selama 2018 sebanyak 15 kasus.
Sementara saban tahun kasus bunuh diri di Gunungkidul berada di kisaran 30 kasus. Rinciannya adalah 31 kasus (2015), dan masing-masing 30 kasus di 2016 dan 2017.
Adapun penyebab masih maraknya bunuh diri menurut Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino beraneka ragam. Namun yang sering ditemui pihaknya yakni akibat depresi akibat sakit yang tak kunjung sembuh.
Ngadino mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan Polres Gunungkidul untuk menekan jumlah kasus bunuh diri. Optimalisasi fungsi Babinkamtibmas di 144 desa adalah salah satunya.
Secara berkala bhabinkamtibmas menyambangi warga yang berpotensi melakukan tindakan bunuh diri. Selain sakit menahun, warga dengan gangguan jiwa dan hidup sebatang kara juga menjadi prioritasnya.
Akan tetapi Ngadino mengatakan keterbatasan jumlah anggota mengakibatkan tak semua warga bisa diawasi secara penuh. Dia pun berharap peran keluarga korban bisa menjadi pengawasan utama.
"Keluarga itu yang terpenting, dukungan moril kepada mereka [warga berpotensi bunuh diri] sangat diperlukan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Partorejo, 80, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya sekitar pukul 05.30 WIB.
"Salah seorang anggota keluarga korban hendak ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Namun saat masuk [kamar mandi] dikagetkan dengan adanya tubuh korban yang telah tergantung kaku menggunakan seutas tali plastik bewarna biru," kata Kapolsek Karangmojo, Kompol Irianto, Senin siang.
Melihat hal itu kerabat korban lantas meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan tolong itu langsung mendatangi rumah korban. Tak berselang lama anggota polisi dari Polsek Karangmojo dan tim medis puskesmas yang mendapat laporan warga langsung datang untuk mengevakuasi korban.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kekerasan. Korban murni meninggal dunia lantaran jeratan tali plastik di leher. Hal ini dilihat dari ciri korban yakni lidah setengah menjulur dengan tergigit, masih lengkap menggunakan pakaian yakni kaos biru garis-garis abu dan celana yang ia gunakan sebelumnya.
"Kemungkinan [korban nekat gantung diri] karena sakit, informasi dari keluarga korban dia [Partorejo] sakit sesak nafas," ucap Irianto.
Saat ini korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.