Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Kerjasama STIM YKPN dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Ekspor Indonesia (LSPEI). /Ist- Humas STIM YKPN
Harianjogja.com, JOGJA – Agar dapat segera bisa bekerja atau menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan nyata, STIM YKPN membekali mahasiswa dengan berbagai pelatihan dan juga sertifikat yang diakui di tingkat nasional.
Salah satunya adalah sertifikasi profesi ekspor Indonesia, yang uji kompetensinya kembali akan dilaksanakan di kampus STIM YKPN pada Kamis (12/7/2018), bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Ekspor Indonesia (LSPEI).
Seusai menandatangani nota kesepahaman, Ketua STIM YKPN Bambang Susilo menyampaikan sertifikasi profesi sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang memperoleh sertifikat kompetensi yang terstandar di bidangnya yang secara tidak langsung akan berimbas pada peningkatan kualitas STIM YKPN Yogyakarta.
“Sertifikat kompetensi profesi ini dapat dijadikan sebagai pendamping ijazah yang akan diperoleh para lulusan untuk lebih kompetitif di dunia kerja dan berwirausaha,” katanya, Selasa (10/7/2018).
STIM YKPN sangat selektif memilih dan menentukan lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang diakui oleh pemerintah. Seperti halnya LSP Ekspor Indonesia ini merupakan lembaga sertifikasi resmi yang berada di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Menurut Antoni Tampubolon, Direktur LSP Ekspor Indonesia, lulusan yang memiliki sertifikasi kompetensi akan lebih mudah diterima di dunia kerja karena keterampilan dan keahliannya telah terstandarisasi secara nasional.
Sertifikasi kompetensi merupakan pengakuan terhadap lulusan yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang dipersyaratkan. Sertifikasi kompetensi memberikan jaminan terhadap mahasiswa pemegang sertifikat maupun pengguna lulusan dari STIM YKPN.
STIM YKPN Yogyakarta selain memberikan sertifikasi profesi kompetensi bidang ekspor impor, juga akan memberikan sertifikasi keahlian di bidang perpajakan, perbankan, dan pasar modal.
Untuk itu, saat ini STIM YKPN sedang menjajaki kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi untuk bidang-bidang tersebut. Dengan sertifikasi ini, diharapkan lulusan STIM YKPN dapat memasuki dunia kerja di bidang yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.