Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Partai Perindo. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA– Sebanyak delapan calon anggota legislatif dari Perindo DIY mencabut berkas pendaftaran. Kasus tersebut buntut dari larangan mendukung Joko Widodo dalam pada Pemilihan Presiden 2019 nanti.
Mantan Ketua DPW Pemuda Perindo RM Jeferson Lanang Haryo Prakosa mengatakan penarikan berkas pencalegan tersebut dilakukan setelah puluhan pengurus Pemuda Partai Perindo DIY menyatakan keluar dari sayap partai tersebut.
"Kami tidak melanjutkan proses pendaftaran calon legislatif dan kami menyatakan keluar dari Pemuda Perindo maupun Partai Perindo,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (11/7/2018).
Sebelumnya, aksi keluarnya pengurus DPW dan DPD Pemuda Perindo tersebut ditandai dengan penurunan papan nama kantor Pemuda Perindo pada Minggu (9/7/2018).
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan untuk merespon dari perjalanan Perindo maupun sayap partai selama ini. Puncaknya, terjadi saat penjaringan bacaleg Perindo DIY di mana Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Perindo DIY meminta untuk tidak memilih Jokowi saat Pilpres nanti.
Menurutnya, arahan dari Bapilu tersebut berbeda dengan hasil Rapimnas pada Maret lalu. Dia juga menyoroti kinerja DPW Perindo DIY selama ini yang dinilai tidak baik.
"Kami tetap istiqomah dengan umarok [pemimpin saat ini yaitu pak Jokowi]. Semua eks pengurus Pemuda Perindo tetap mendukung pak Jokowi harga mati," katanya.
Dia juga menyayangkan tidak diakuinya keberadaan Sayap Pemuda Perindo. Padahal seluruh pengurus Pemuda Perindo dilantik sendiri oleh Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi. Dia juga memiliki bukti foto saat pelantikan. "Di tingkat DPW Pemuda Perindo DIY ada 23 pengurus dan di tiap DPD kabupaten dan kota ada 15 pengurus," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi mempersilakan jika ada sejumlah kader muda dari Pemuda Perindo mengundurkan diri. Alasannya, hal itu merupakan pilihan politik setiap anggota. "Itu tidak akan berpengaruh pada Partai Perindo di DIY," katanya.
Dia mengklaim, kepengurusan sayap partai Perindo belum pernah terbentuk. Begitu juga dengan proses pencalegan yang dinilai tidak ada masalah. "Kami sudah mendaftarkan diri ke KPU. Perindo tetap solid,” tegasnya.
Terkait dengan pernyataan salah seorang anggota Bapilu yang mengajak tidak memilih Jokowi dalam Pilpres, Nanang meminta untuk membuktikannya. “Di Rapimnas kemarin kami mendukung Jokowi,” katanya.
Terpisah, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengaku hingga saat ini belum ada partai politik manapun yang mengajukan berkas pencalonan. Dia memprediksi, partai baru akan mengajukan berkas pencalegan pada tiga hari sebelum batas waktu penyerahan berkas tanggal 17 Juli ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Jadwal bola malam ini 27-28 Agustus 2026 menghadirkan Chelsea, Barcelona, serta laga kualifikasi Liga Europa dan Conference League.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Workshop Festival Teater DIY 2026 di Societeit Militaire Taman Budaya Yogyakarta (TBY
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel terkesan usai bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X dan mengaku kagum dengan sejarah Kraton Jogja.
PT. Pegadaian (Persero) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pelopor industri keuangan berbasis syariah di kancah internasional
iPhone 17 menjadi smartphone terlaris dunia pada Kuartal II 2026 dengan pangsa 6 persen, disusul dua iPhone lain.