Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Partai Perindo. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA– Sebanyak delapan calon anggota legislatif dari Perindo DIY mencabut berkas pendaftaran. Kasus tersebut buntut dari larangan mendukung Joko Widodo dalam pada Pemilihan Presiden 2019 nanti.
Mantan Ketua DPW Pemuda Perindo RM Jeferson Lanang Haryo Prakosa mengatakan penarikan berkas pencalegan tersebut dilakukan setelah puluhan pengurus Pemuda Partai Perindo DIY menyatakan keluar dari sayap partai tersebut.
"Kami tidak melanjutkan proses pendaftaran calon legislatif dan kami menyatakan keluar dari Pemuda Perindo maupun Partai Perindo,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (11/7/2018).
Sebelumnya, aksi keluarnya pengurus DPW dan DPD Pemuda Perindo tersebut ditandai dengan penurunan papan nama kantor Pemuda Perindo pada Minggu (9/7/2018).
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan untuk merespon dari perjalanan Perindo maupun sayap partai selama ini. Puncaknya, terjadi saat penjaringan bacaleg Perindo DIY di mana Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Perindo DIY meminta untuk tidak memilih Jokowi saat Pilpres nanti.
Menurutnya, arahan dari Bapilu tersebut berbeda dengan hasil Rapimnas pada Maret lalu. Dia juga menyoroti kinerja DPW Perindo DIY selama ini yang dinilai tidak baik.
"Kami tetap istiqomah dengan umarok [pemimpin saat ini yaitu pak Jokowi]. Semua eks pengurus Pemuda Perindo tetap mendukung pak Jokowi harga mati," katanya.
Dia juga menyayangkan tidak diakuinya keberadaan Sayap Pemuda Perindo. Padahal seluruh pengurus Pemuda Perindo dilantik sendiri oleh Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi. Dia juga memiliki bukti foto saat pelantikan. "Di tingkat DPW Pemuda Perindo DIY ada 23 pengurus dan di tiap DPD kabupaten dan kota ada 15 pengurus," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi mempersilakan jika ada sejumlah kader muda dari Pemuda Perindo mengundurkan diri. Alasannya, hal itu merupakan pilihan politik setiap anggota. "Itu tidak akan berpengaruh pada Partai Perindo di DIY," katanya.
Dia mengklaim, kepengurusan sayap partai Perindo belum pernah terbentuk. Begitu juga dengan proses pencalegan yang dinilai tidak ada masalah. "Kami sudah mendaftarkan diri ke KPU. Perindo tetap solid,” tegasnya.
Terkait dengan pernyataan salah seorang anggota Bapilu yang mengajak tidak memilih Jokowi dalam Pilpres, Nanang meminta untuk membuktikannya. “Di Rapimnas kemarin kami mendukung Jokowi,” katanya.
Terpisah, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengaku hingga saat ini belum ada partai politik manapun yang mengajukan berkas pencalonan. Dia memprediksi, partai baru akan mengajukan berkas pencalegan pada tiga hari sebelum batas waktu penyerahan berkas tanggal 17 Juli ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.