Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Camat Nanggulan, Duana Heru (tiga dari kiri) menyerahkan bansos kepada salah satu warga RTM, Minggu (10/6/2018).Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, BANTUL--Sedikitnya 30.884 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di Bantul belum bisa mencairkan bantuan sejak digulirkan pertama kali pada Mei lalu.
Mereka belum bisa mencairkan bantuan karena data KPM belum lengkap sehingga tidak bisa membuka rekening sebagai sarana untuk pencairan.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sariyadi mengatakan proses penyaluran BPNT yang dilaksanakan sejak April lalu belum berjalan dengan lancar. Salah satu bukti karena masih ada puluhan ribu KPM yang belum bisa membuka rekening sehingga bantuan terpaksa belum dicairkan sampai sekarang.
“Yang belum mencairkan ada 30.884 keluarga. Jumlah ini hampir sepertiga dari penerima bantuan yang totalnya mencapai 97.472 keluarga,” kata Sariyadi kepada wartawan, Rabu (11/7/2019).
Menurut dia, penyebab bantuan belum bisa dicairkan karena data pendukung untuk membuka rekening belum lengkap. Sebagai contoh, sambung Sariyadi, masih ada penerima manfaat yang tidak dilengkapi dengan data yang komplet, semisal tidak ada nomor induk kependudukan, nama ibu kandung hingga alamat belum lengkap. Kekurangan data ini berdampak terhadap pembuatan rekening, sebab tanpa data pelengkap maka pembuatan tidak bisa terakomodasi.
“Sudah kami data dan sudah kami ajukan ke Kementerian Sosial untuk penyempurnaan data,” jelasnya.
Meski belum bisa mencairkan bantuan, Sariyadi meminta kepada KPM untuk tidak khawatir. Pasalnya bantuan akan tetap bisa dicairkan secara akumulatif sesuai dengan tahapan dalam pencairan. “Inysaallah tetap ada dan nominalnya akan terkumpul semua,” katanya.
Disinggung soal waktu pencairan, Sariyadi belum bisa memastikan karena masih menunggu proses penetapan di Kementerian Sosial dan proses pencetakan kartu di bank yang ditunjuk pemerintah. “Yang jelas BPNT tetap bisa cair dan hak dari KPM tidak ada yang dikurangi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial P3A Bantul Eddy Susanto mengatakan program BPNT seyogyanya dimulai sejak Februari lalu. Namun dikarenakan beberapa persoalan, pelaksanaan baru bisa terealisasi April.
Menurut dia, program BPNT merupakan pengganti program beras sejahtera dari pemerintah untuk keluarga kurang mampu yang diwujudkan dalam program nontunai. Setiap bulan setiap keluarga penerima manfaatkan mendapatkan bantuan sebesar Rp110.000 untuk dibelikan beras dan telur di agen-agen pangan yang telah ditunjuk.
“Dalam pelaksanaannya bantuan tidak harus dicairkan sekaligus karena bisa disimpan sebagai tabungan dan digunakan sewaktu-waktu untuk membeli beras dan telur,” kata Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.