Seorang awak media mengambil gambar rumah yang telah dipasang garis polisi di Dusun Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati. Rumah tersebut ditinggali keluarga SFH yang diamankan oleh Densus 88, pada Rabu (11/7/2018). /Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, SLEMAN- Bupati Sleman Sri Purnomo ikut angkat bicara terkait penangkapan terduga teroris di Dusun Bedingin Wetan Desa Sumberadi Mlati Sleman pada Rabu (11/7/2018).
"Itu kan yang menanggap Densus [88]. Kami tidak tahu. Karena informasinya yang ditanggap itu sehari-hari juga berbaur dengan masyarakat. Hariannya juga jualan juga," katanya, Kamis (12/7/2018)
Bupati selalu berpesan kepada masyarakat untuk selalu berbaur satu sama lain. Terutama ketika ada pendatang, diajak komunikasi. Ditanya kerjaannya dimana dan sebagainya. Apalagi yang bersangkutan juga sudah melakukan mekanisme sebagai warga pendatang.
"Dia sudah melapor kepada pengurus RT/RW. Termasuk sudah menyerahkan identitas kependudukan, seperti KTP dan KK. Tapi kan latar belakangnya bagaimana kita tidak tahu. Kedepan harus lebih berhati-hati dan jadi bagian untuk mengingatkan kita semua," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.