Kelok 23 Selesai, Investor JJLS Gunungkidul Diminta Tak Langgar Aturan
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Kondisi kerusakan talut di dekat Jembatan Karanggayam di Desa Sitimulyo, Piyungan, Jumat (13/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga Dusun Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan berharap kerusakan talut di dekat Jembatan Karanggayam bisa segera diperbaiki. Pasalnya, sejak rusak akibat terjangan banjir Sungai Opak di akhir 2017 hingga sekarang belum juga diperbaiki. Warga takut jika sampai musim hujan tak kunjung diperbaiki, maka kerusakan bisa bertambah parah.
Salah seorang warga Dusun Karanggayam, Sarjilah mengatakan kerusakan talut di Jembatan Karanggayam sudah berlangsung lama. Kerusakan terjadi akibat terjangan banjir bandang Sungai Opak di akhir November 2017 lalu. “Sampai sekarang belum juga diperbaiki,” kata Sarjilah, Jumat (13/7/2018).
Menurut dia, kerusakan talut berdampak terhadap arus lalu lintas di kawasan tersebut. Ini lantaran talut yang rusak hampir memakan separuh badan jalan. Akibatnya kendaraan yang melintas harus saling mengantre dan bergantian untuk melintasi jembatan.
“Jembatannya tidak rusak, tapi di titik talut yang longsor kerusakan memakan separuh badan jalan. Jadi tidak bisa dilalui kendaraan dari dua arah sehingga harus saling mengantre untuk bisa lewat,” katanya.
Untuk berjaga-jaga dan mengurangi risiko kecelakaan, di sekitar lokasi telah dipasang papan peringatan. Selain itu, di bagian talut sudah ditutup terpal sehingga saat terjadi hujan kerusakan tidak semakin parah. “Kami hanya bisa berharap agar kerusakan bisa segera diperbaiki,” ujar dia lagi.
Hal senada diungkapkan Juweni, warga lain di Dusun Karanggayam. Menurut dia, perbaikan harus dilaksanakan untuk mengantisipasi musim hujan. “Sekarang waktu yang tepat karena kemarau. Namun kami tidak bisa berharap banyak karena kewenangan sepenuhnya ada di pemerintah. Jadi saya hanya bisa berharap mudah-mudahan segera diperbaiki,” katanya.
Menurut dia, jika sampai musim hujan belum juga diperbaiki, ditakutkan kerusakan akan bertambah parah karena guyuran air. “Sekarang masih lumayan karena ada jembatan lama sehingga kendaraan dari utara dilewatkan di jalur yang lama,” kata Juweni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Sebanyak 764 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, terdiri dari domestik, internasional, dan kargo.
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S27 Ultra dari kamera, baterai, chipset, layar, harga hingga prediksi spesifikasinya.
Sebanyak 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu sore.
Pesawat aerosport Sky Ranger jatuh dan terbakar di persawahan Blora. Dua awak selamat dengan luka ringan setelah pendaratan darurat.