Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati (Dua dari kiri) meminta penjelasan terkait errornya sistem zonasi di PPDB SMP Online di SMPN 3 Wates, Kamis (5/7/2018)./Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA--Sebagian besar sekolah di DIY akan mulai memasuki tahun ajaran baru 2018/2019 dan hari masuk pertama pada Senin (16/7/2018) mendatang. Disdikpora DIY dan sejumlah sekolah terutama SMA/SMK memastikan tidak ada perpeloncoan dalam kegiatan orientasi siswa baru.
Kabid Perencanaan dan Standardisasi Pendidikan Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan pihaknya sudah memberikan sosialisasi jauh hari terhadap semua sekolah tentang aturan hari pertama masuk sekolah atau orientasi siswa baru. Ia menegaskan seperti beberapa tahun terakhir, tidak ada perpeloncoan dalam orientasi siswa baru. Selain itu guru diminta mengawasi penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Jadi kami yakinkan tidak ada perpeloncoan. Pada hari pertama masuk sekolah setiap sekolah punya kegiatan sendiri-sendiri yang lebih humanis," kata Didik, Jumat (14/7/2018).
Dia menambahkan kegiatan orientasi tersebut akan diisi dengan beberapa materi selain pengenalan internal sekolah. Antara lain, sekolah bisa mengambil materi wawasan kebangsaan atau pemahaman tentang Pancasila. Serta sejumlah kegiatan lain yang berlandaskan budaya.
"Mungkin bisa juga dengan sosialisasi bahaya narkoba, karena ini sangat penting. Banyak kegiatan yang dilakukan, dan saat ini diambilalih guru," jelasnya.
Terpisah Kepala SMAN 1 Pakem Kristya Mintarja menegaskan tidak ada perpeloncoan dalam kegiatan orientasi siswa di sekolahnya. Seluruh kegiatan masih dalam taraf wajar dan ditangani langsung oleh para guru. Di sisi lain, kelas XI dan XII akan diberikan kegiatan tersendiri.
Ia mengatakan dalam orientasi tersebut, pihaknya berupaya menanamkan nilai toleransi sebagai bekal utama menjadi siswa di sekolahnya. Mengingat para siswa berasal dari berbagai latar belakang perbedaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.