Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Kolam renang di Laguna Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul,Sabtu (30/6)./ Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul segera membenahi secara besar-besaran manajemen pengelolaan objek wisata, karena masih ada potensi kebocoran dari sektor pariwisata yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Pembenahan yang akan dilakukan terutama di objek wisata yang menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD), seperti Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, Pantai Baru Pandansimo, Pantai Kuwaru, Goa Selarong, dan Goa Cerme. Potensi kebocoran terbesar terdapat di objek wisata pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan potensi kebocoran yang dia maksud bukan kebocoran yang diakibatkan karena kelalaian petugas penarikan retribusi (TPR). Ia memastikan semua petugas TPR sudah tidak ada yang berani melakukan pungutan liar setelah ada kasus pemecatan dua petugas TPR Parangtritis pada Januari tahun lalu.
Potensi kebocoran yang dimaksud disebabkan beberapa hal, di antaranya karena banyaknya \'jalur tikus\' atau jalur alternatif menuju objek wisata. Bahkan jalur alternatif tersebut kian banyak setelah adanya jalur jalan lintas selatan (JJLS).
Ia menyebut sepanjang Pantai Samas ke barat setidaknya terdapat tujuh jalur alternatif menuju pantai yang tidak terkena penarikan retribui karena TPR berada di utara JJLS Pantai Samas. "Dengan adanya google map, masyarakat semakin pintar mencari jalur alternatif menuju objek wisata," kata Kwintarto, Rabu (18/7/2018).
Selain \'jalur tikus\', wisatawan yang menuju kawasan Pantai Parangtritis dari arah Gunungkidul, dikatakan Kwintarto, dipastikan tidak membayar retribusi karena timur Parangtritis tidak ada TPR. Dinas sempat akan membuat gerbang TPR di perbatasan Bantul dan Gunungkidul tersebut, namun tidak memungkinkan karena kondisi jalur yang curam.
Jam operasional TPR objek wisata yang hanya sampai sore setiap hari juga turut menyumbang kebocoran. Menurut dia, objek wisata sepanjang pantai mulai ramai pada sore hingga malam hari. Sementara pada malam hari tidak ada penarikan retribusi sehingga pengunjung bebas masuk tanpa membayar retribusi.
Tidak hanya itu, Kepala Dinas Pariwisata yang baru dilantik pada sepekan lalu itu menyebut masih banyak pengunjung wisata pantai yang tidak bisa ditarik retribusi berkaitan dengan kegiatan sosial, keagamaan, dan kegiatan yang digelar oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang sifatnya bukan kegiatan bisnis. Menurut dia, dispensasi retribusi ditur dalam perda dan pergub.
Karena beberapa potensi kebocoran tersebut, pihaknya tidak berani menargetkan kunjungan wisatawan ke pantai lebih dari lima juta orang. Tahun ini target kunjungan wisata ke objek wisata yang menghasilkan PAD hanya 3,7 juta orang. "Sebenarnya potensi kunjungan bisa sampai 4-5 jutaan per tahun, tapi yang tidak ditarik retribusinya kan bisa sampai satu juta orang dan nilainya miliaran," ucap Kwintarto.
Kwintarto mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bantul. Ia berencana mengubah posisi TPR yang saat ini berada di sisi utara ke selatan JJLS semua dengan harapan semua wisatawan yang masuk ke pantai melewati TPR.
Namun untuk membuat TPR baru butuh biaya banyak sehingga perlu berkoordinasi dengan beberapa dinas. Sebenarnya Dinas Pariwisata Bantul sempat mengajukan penganggaran pengadaan tanah untuk pemindahan TPR Parangtritis tahun ini, akan tetapi usulannya tersebut belum bisa terealisasi karena keterbatasan APBD.
Ia menyatakan perubahan manajemen pengelolaan objek wisata harus dimuli dari sekarang "Kalau tidak dengan ada New Yogyakarta International Airport yang terhubung melalui JJLS ke Bantul tidak akan banyak berdampak terhadap PAD dari sektor pariwisata," jelas Kwintarto.
Kepala Bappeda Bantul Fenty Yustidayati menegaskan perlunya manajemen pengelolaan objek wisata untuk menggenjot pendapatan daerah. Ia meminta Dinas Pariwisata mencari terobosan agar wisatawan bisa tetap dikenakan retribusi. "Mungkin bisa menerapkan retribusi e-money atau sejenisnya," kata Fenty. (Ujang Hasanudin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI untuk mengawal ekspor batu bara, sawit, dan fero alloy.
Laki Code 2026 menyajikan berbagai kompetisi menarik bagi para peserta, di antaranya Vario Modification Contest, E-SportCompetition, Band Competition
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.