Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026, Lengkap Semua Layanan
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Aswinita Dwi Radiani (kiri), Rika Artikawati (tengah) dan Ghina Nur Jannah (kanan) menunjukkan sediaan hasil penelitiannya./Ist-PKM UII
Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah mahasiswa Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) mengembangkan penelitian daun pisang direaksikan dengan perak melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian 2018 yang didanai Kemenristekdkti.
Penelitian itu mengangkat judul Pengembangan Inovasi Nanopartikel Silver dari Daun Pisang Raja sebagai Terapi Alternatif untuk Pasien MDR TB (Multi Drug Resistent Tuberculosis), yang digawangi oleh Rika Artikawati, Ghina Nur Jannah dan Dwi Aswinita R.
Rika Artikawati menjelaskan, proses pembuatan awal lebih sederhana dengan melakukan pemanasan atau direbus menggunakan penangas selama 15 menit dengan suhu 80 derajat. Pemanasan dilakukan sebanyak dua kali, pelarut aquades dalam pembuatan ekstraksinya.
"Aquades itu untuk perebusan saja, kalau untuk air rebusannya di campur dengan water for injection karena lebih steril dibandingkan aquades, metodenya kami pakai infundasi," terangnya, Rabu (18/7/2018).
Ia menambahkan, setelah direbus kemudian dilakukan penyaringan dan yang diambil air rebusannya. Kemudian daunnya dibuang karena diasumsikan zat yang mau dipakai sudah tersaring di dalam air rebusan tersebut.
Ghina Nur Jannah menyatakan, hasil penyaringan itu kemudian ditambahkan dengan perak yang terbuat dari perak nitrat. Setelah itu baru diindentifikasi partikelnya apakah sudah berbentuk nanopartikel atau belum.
"Sebetulnya kami tidak pakai [perak perhiasan] karena unsur perak itu banyak tidak selalu dari perhiasan, nah kami pakai perak jenis zat kimia yang namanya perak nitrat karena kebanyakan peneliti juga memakai perak nitrat sebagai agen peraknya. Tentunya dengan kadar yang tidak banyak sehingga lebih aman nantinya," ucapnya.
Ia nenambahkan parameter yang digunakan yaitu ada uji perubahan warna atau visualisasi, serapan gelombang dengan spektro UV-Vis, dan penguji menggunakan PSA (particle size analyzer) untuk mengetahui ukuran partikel yang didapatkan.
"Kelebihan nanopartikel kan tujuannya membentuk partikel menjadi ukuran kecil, jadi jumlah bahan yang digunakan juga tidak banyak. Sehingga lebih hemat juga dari sisi bahannya," imbuhnya.
Dwi Aswinita mengatakan, jika diproduksi untuk obat, bisa berbentuk injection, karena bakteri TBC sering bisa menginfeksi organ lain karena dapat masuk ke pembuluh darah. "Jadi kalo injection langsung ke pembuluh darah lebih efektif saja dibanding oral. Kalau infuskan disuntiknya terus menerus buat mengganti cairan tubuh yang hilang saat sakit. Kalo injeksi jatuhnya seperti obat cuma cara pemberiannya sekali suntik," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.