AC Milan Kalahkan Udinese 2-0, Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
Feny Yuliana saat menunjukkan bantal karya timnya./Ist-PKM UII
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) membuat produk bantal dengan aromaterapi berbahan limbah sabut kelapa. Bantal itu diberinama Co Fire atau Coco Fiber Pillow With Relaxing Aromatic System.
Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan 2018 itu diberi judul Co Fire, Inovasi Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Kreasi Bantal Motif Batik Ciprat dengan Sediaan Aromaterapi Berbasis Socio Entrepreneurship.
Adapun mahasiswa yang terlibat pembuatan antara lain, Feny Yuliana Andriani dari Teknik Industri angkatan 2014 sebagai Ketua PKM dengan anggota Dwi Adi Purnama Teknik Industri 2014, Ines Widyarani dari Farmasi 2014, Muhammad Rizal dari Teknik Industri 2015 dan Eva Altayani dari Teknik Industri 2014.
Feny Yuliana menjelaskan, proses pembuatan bantal itu dimulai dari sabut kelapa di pisahkan dari kulitnya, kemudian ditambah kayu manis untuk direbus secara bersamaan. Setelah itu daun serai dicuci dan dipotong kecil-kecil kemudian dioven untuk mendapatkan simplisia serai.
"Dari simplisia serai dan sabut kelapa yang kering, diberi aromaterapi lavender yang dapat diserap sabut dan simplisia serai agar aromaterapinya tidak mudah hilang," terangnya, Selasa (17/7/2018).
Ia menambahkan, sabut kelapa dan simplisia sereh itu kemudian dimasukkan ke dalam bantal. Untuk membuat aroma lavender, menggunakan alat destilasi uap air, caranya dengan memasukkan bunga lavender ke dalam alat tersebut guna mendapatkan minyak atsiri lavender.
"Sarung bantalnya terdiri dari bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar terbuat dari batik ciprat dan batik aksara Jawa dan bantal juga bisa di custom sesuai keinginan pelanggan," kata dia.
Ines Widyarani mengatakan, dalam membuat batik ciprat timnya bekerja sama dengan lima anak berkebutuhan khusus. Proses pembuatan bantal itu butuh waktu dua hingga tiga hari pengerjaan. Manfaat diberikan simplisia dari serai pada bantal tersebut agar aromaterapi diberikan dapat bertahan lama, sedangkan untuk sabut kelapa bermanfaat untuk mengurangi limbah sabut kelapa di masyarakat. Adapun harga setiap bantal dijual Rp50.000 hingga Rp70.000 dengan menyesuaikan pesanan.
"Untuk kendala hanya waktu saja, soalnya kan kami dari jurusan dan angkatan yang berbeda jadi waktu buat berkumpulnya harus mencari yang semuanya bisa. Kendala lainnya karena masih musim panas jadi penjemuran sabut kelapa masih bisa di atasi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas
Ditjen Imigrasi mendeportasi warga Tiongkok berinisial SS yang masuk red notice Interpol dan DPO terkait dugaan pencucian uang di negara asalnya.
Kia Carens EV membuka pemesanan awal di Indonesia mulai 26 Oktober 2026. Simak empat varian, estimasi harga, dan fitur unggulannya.