BGN Tutup Dapur MBG Karangturi Usai Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Logo Asian Games 2018 / Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA- Ribuan orang akan memeriahkan pawai obor Asian Games di Jogja pada Kamis (19/7/2018). Sejumlah jalur di sekitar Kawasan Malioboro akan menjadi rute pawai obor.
"Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah SD dan SMP yang berlokasi di sepanjang rute yang akan dilalui pawai obor. Bahkan, ada tambahan dari beberapa sekolah yang menyatakan akan berpartisipasi untuk memeriahkan pawai meskipun tidak berlokasi di rute yang dilalui," kata Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Santoso, Rabu (18/7/2018).
Menurut dia, jika semula diperkirakan hanya ada sekitar 6.000 siswa yang akan memeriahkan pawai obor, maka dengan adanya tambahan sekolah yang berpartisipasi secara mandiri tersebut, jumlah siswa yang memeriahkan pawai bisa bertambah menjadi 10.000 hingga 15.000 siswa.
Dalam memeriahkan pawai obor tersebut, lanjut Budi, siswa bisa membawa berbagai kelengkapan, di antaranya bendera bahkan mereka diperkenankan jika akan menampilkan ragam kesenian.
Selain dari kalangan pelajar, Budi menyebut, sudah berkoordinasi dengan wilayah untuk ikut menggerakkan masyarakat agar dapat memeriahkan pawai obor Asian Games 2018.
"Jogja adalah kota pertama yang mendapat kehormatan untuk mengawali pawai obor Asian Games. Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi memeriahkan dan menyukseskan acara ini," katanya.
Pawai obor Asian Games 2018 rencananya, akan dimulai dari Pagelaran Kraton Jogja melintasi Titik Nol Kilometer, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Bhayangkara, Jalan Pasar Kembang, Jalan Malioboro, kembali ke Titik Nol Kilometer, Jalan Senopati, Jalan Brigjen Katamso, Pojok Beteng Wetan, Pojok Beteng Kulon, Ngabean, Ngampilan, Pingit dan berakhir di Tugu.
Dari titik awal pemberangkatan hingga titik akhir pawai bertema "Jogja Mangayubagya Asian Games 2018" tersebut, obor rencananya akan dibawa secara estafet.
Sedangkan di Tugu, lanjut Budi, juga akan dimeriahkan oleh pentas kesenian dan kehadiran sejumlah atlet berprestasi dari DIY. "Dari Tugu, obor kemudian diserahterimakan untuk dilanjutkan pada pawai obor menuju Solo," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, selama pawai berlangsung seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang berada di rute pawai akan tutup.
"Saat pawai berlangsung, PKL bersedia untuk tutup dan buka kembali saat pawai sudah selesai. Harapannya, pawai bisa berjalan dengan lancar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas. Simak daftar jalur terbaru, tarif, dan manfaat transportasi publik murah untuk mobilitas warga Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
DPRD Sleman menyoroti akses IGD dalam desain gedung baru RSUD Sleman senilai Rp125,26 miliar. Kemudahan akses dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasie
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DIY berawan pada Sabtu (8/8/2026). Gunungkidul menjadi daerah dengan kondisi cuaca paling cerah.
Pemkab Bantul membebaskan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang membeli rumah subsidi pertama. Kebijakan ini membantu meringankan biaya kepemilikan r