FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Logo Asian Games 2018 / Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA- Ribuan orang akan memeriahkan pawai obor Asian Games di Jogja pada Kamis (19/7/2018). Sejumlah jalur di sekitar Kawasan Malioboro akan menjadi rute pawai obor.
"Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah SD dan SMP yang berlokasi di sepanjang rute yang akan dilalui pawai obor. Bahkan, ada tambahan dari beberapa sekolah yang menyatakan akan berpartisipasi untuk memeriahkan pawai meskipun tidak berlokasi di rute yang dilalui," kata Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Santoso, Rabu (18/7/2018).
Menurut dia, jika semula diperkirakan hanya ada sekitar 6.000 siswa yang akan memeriahkan pawai obor, maka dengan adanya tambahan sekolah yang berpartisipasi secara mandiri tersebut, jumlah siswa yang memeriahkan pawai bisa bertambah menjadi 10.000 hingga 15.000 siswa.
Dalam memeriahkan pawai obor tersebut, lanjut Budi, siswa bisa membawa berbagai kelengkapan, di antaranya bendera bahkan mereka diperkenankan jika akan menampilkan ragam kesenian.
Selain dari kalangan pelajar, Budi menyebut, sudah berkoordinasi dengan wilayah untuk ikut menggerakkan masyarakat agar dapat memeriahkan pawai obor Asian Games 2018.
"Jogja adalah kota pertama yang mendapat kehormatan untuk mengawali pawai obor Asian Games. Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi memeriahkan dan menyukseskan acara ini," katanya.
Pawai obor Asian Games 2018 rencananya, akan dimulai dari Pagelaran Kraton Jogja melintasi Titik Nol Kilometer, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Bhayangkara, Jalan Pasar Kembang, Jalan Malioboro, kembali ke Titik Nol Kilometer, Jalan Senopati, Jalan Brigjen Katamso, Pojok Beteng Wetan, Pojok Beteng Kulon, Ngabean, Ngampilan, Pingit dan berakhir di Tugu.
Dari titik awal pemberangkatan hingga titik akhir pawai bertema "Jogja Mangayubagya Asian Games 2018" tersebut, obor rencananya akan dibawa secara estafet.
Sedangkan di Tugu, lanjut Budi, juga akan dimeriahkan oleh pentas kesenian dan kehadiran sejumlah atlet berprestasi dari DIY. "Dari Tugu, obor kemudian diserahterimakan untuk dilanjutkan pada pawai obor menuju Solo," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, selama pawai berlangsung seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang berada di rute pawai akan tutup.
"Saat pawai berlangsung, PKL bersedia untuk tutup dan buka kembali saat pawai sudah selesai. Harapannya, pawai bisa berjalan dengan lancar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.