Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Para pemenang Lomba Penulisan Cerpen Sejarah yang digelar Dinas Kebudayaan (Disbud) Jogja berfoto bersama di Resto Uma Dapur Indonesia, Jumat (20/7/2018) malam./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Cerpen sejarah berjudul Parang Rusak karya Sulfiza Ariska menjuarai Lomba Penulisan Cerpen Sejarah yang digelar Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja. Sulfiza berhak membawa pulang trofi, sertifikat dan uang pembinaan senilai Rp3 juta.
Cerpen Parang Rusak mampu menyisihkan lima karya cerpen lainnya yang masuk nominasi antara lain, Cunduk Ular karya Theopilus Yudi Setiawan dan Asal Usul Wong Kalang Kotagede (Albertus Sartono). Jika Cunduk Ular dinobatkan juara kedua, maka Asal Usul Wong Kalang Kotagede menyabet juara ketiga. Masing-masing mendapat trofi, sertifikat dan uang pembinaan Rp2 juta dan Rp1,5 juta.
Di posisi juara harapan, karya Rosita Nur Anarti berjudul Rembulan Kuning di atas Plengkung Gading meraih harapan I, Surat Sejarah Tan Jin Sing (Asal Usul Kampung Pecinan Ketandan Yogyakarta) oleh Hening Nugroho harapan II, dan Raden Rangga karya Mulyantara meraih harapan III. Mereka juga berhak mendapatkan trofi, sertifikat dan uang pembinaan senilai Rp1 juta dan Rp500.000. Lomba penulisan cerpen ini memperebutkan total hadiah Rp8,5 juta.
Kepala Seksi Sejarah Bidang Sejarah dan Bahasa Disbud Jogja Fitria Dyah Anggraeni mengatakan lomba tersebut digelar untuk menanamkan pemahaman tentang nilai-nilai kesejarahan dan juga memberikan pengetahuan mengenai peristiwa sejarah lokal di Kota Jogja. "Nantinya sepuluh karya terbaik akan dikompilasi menjadi buku untuk dokumentasi karya terbaik tahun ini. Ini diberikan sebagai apresiasi kepada peserta dan juga memberi akses bagi warga untuk memahami peristiwa sejarah melalui karya sastra," katanya di sela-sela pengumuman pemenang di Resto Uma Dapur Indonesia, Jumat (20/7/2018) malam.
Kompetisi tersebut mengambil tema Menggali Potensi Sejarah Lokal di Kota Yogyakarta. Lomba diadakan mulai 20 Mei sampai 8 Juni 2018 untuk pengumpulan naskahnya. "Hasilnya telah terkumpul sebanyak 54 naskah dari peserta dari berbagai latar belakang dan juga usia," ujarnya.
Dari 54 naskah tersebut dewan juri yang terdiri dari para ahli sejarah dan sastra yakni Bahauddin (UGM), Sardiman (UNY), Zainal Fanani (pemerhati pendidikan), Sudarmaji (Balaidikmen DIY) dan Mustofa W Hasyim (DKKY Kota Jogja) menyeleksi ketat, kemudian menentukan enam nomine pada 5 Juli 2018. Keenam naskah kemudian dipresentasikan oleh peserta. Presentasi dilakukan pada 11 Juli 2018 di Cafe Cangkir 6 Bintaran Tengah untuk menentukan juara.
"Penilaian untuk presentasi ini memang tidak terlalu besar karena tahap presentasi ini salah satu cara untuk cross check keaslian gagasan dan juga pemahaman penulis," jelasnya.
Sulfiza Ariska penulis cerpen Parang Rusak mengaku senang dengan penghargaan tersebut. Menurutnya, para juri yang menyeleksi seluruh naskah memahami betul liku-liku sejarah Jogja. "Karya sastra sangat diapresiasi. Ini bagus agar masyarakat juga bisa terlibat langsung untuk memahami sejarah di daerahnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.