Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi Korupsi
Harianjogja.com, SLEMAN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman tengah menyidik dugaan korupsi dana desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Banyurejo, Tempel.
Kasi Pidsus Kejari Sleman Yulianta mengatakan dana desa yang diduga diselewengkan oleh Kepala Desa Banyurejo dari 2015 sampai 2017 saat ini masih pada tahap penyidikan. "Kamismasih menunggu perhi[ungan kerugian keuangan negara dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan] Perwakilan DIY," ujarnya pada Senin (23/7/2018).
Ia mengatakan berdasarkan perhitungan sementara dari Kejari Sleman, jumlah kerugian mencapai Rp800 juta. Dugaan penyelewengan dana desa oleh Kepala Desa Banyurejo mencuat setelah BPKP Perwakilan DIY mencatat ada kerugian dari pengelolaan dana desa di Desa Banyurejo.
"Kini belum sampai tersangka, setelah ada hasil dari BPKP baru kami tetapkan tersangka," jelas Yulianta. Sementara itu, pihak Kejari Sleman sudah melakukan penyidikan dari Mei, setelah sebelumnya mendatangkan belasan orang untuk dimintai keterangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBNU masa khidmah 2021-2026 resmi demisioner dalam Muktamar ke-35 NU. Kiai Miftachul Akhyar meminta maaf dan berharap khidmah berakhir husnul khatimah.
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
ARTJOG 2026 Catat Lebih dari 87 Ribu Pengunjung, Heri Pemad Soroti Dampak bagi Ekosistem Seni dan Ekonomi Jogja
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.