Kerusuhan Suporter, Polisi Evaluasi Izin Penggunaan SSA

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 30 Juli 2018 14:26 WIB
Kerusuhan Suporter, Polisi Evaluasi Izin Penggunaan SSA

Teman-teman almarhum Muhammad Iqbal Setyawan melakukan salat jenazah untuk almarhum di rumah duka RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon Bantul, Jumat (27/7/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, BANTUL--Kepolisian Resor Bantul akan mengevaluasi izin penggunaan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk pertandingan sepak bola mengingat sudah sering terjadi keributan antarsuporter, bahkan menyebabkan korban jiwa.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan akan membicarakan lebih lanjut terkait penggunaan SSA bersama Bupati Bantul Suharsono dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Bantul. "Pak Bupati juga sudah bicara bagaimana baiknya, kami masih menunggu," kata Sahat, Senin (30/7/2018).

Saat ini pihaknya masih fokus mengungkap tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan Muhammad Iqbal Setyawan, 16, meninggal dunia. Iqbal yang merupakan anak anggota Polsek Pleret itu meninggal dunia setelah dikeroyok sejumlah orang yang diduga suporter di kawasan stadion.

Kasus yang mendapat atensi langsung dari Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dhofiri itu langsung ditindaklanjuti dengan menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Polisi maih terus mencari pelaku lain dengan bukti video yang sudah tersebar di media sosial dan saksi di lokasi kejadian.

Selain kasus pidana, Sahat mengatakan jika ada laporan terkait perusakan barang di kawasan stadion, pihaknya juga akan mengusut. Sejauh ini belum ada laporan perusakan. Kerusakannya berapa, Sahat juga belum mengetahui.

"Kerusakan fasilitas kalau ada pelapor akan ditindaklanjuti," kata dia. Ia juga akan minta klarifikasi dari panitia penyelenggara pertandingan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online