Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi (biru memakai topi) mendatangi wasit dan melakukan protes usai pertandingan melawan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (19/7/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL-Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Bantul memastikan tidak ada pelajar asal Bantul yang membolos saat laga Derbi DIY antara PSS Sleman dan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung, Kamis (26/7/2018), pekan lalu.
Kepala Balai Dikmen Bantul, Suhirman mengaku sudah meminta sekolah-sekolah untuk mendata siswa yang tidak masuk kelas hanya untuk menonton sepak bola.
"Hasil pendataan sekolah belum ada laporan siswa di Bantul yang terdeteksi bolos pas pertandingan," kata dia, di kantornya, Selasa (31/7/2018).
Menurut Suhirman pertandingan PSS Sleman dan PSIM itu digelar pada sore hari sehingga jika ada siswa dari Bantul yang ikut menonton, kata dia, sudah di luar jam pelajaran karena jam pelajaran berakhir pada pukul 15.00-15.30 WIB. Hal itu diakuinya juga dibuktikan dengan hasil penjelasan dari kepolisian bahwa sejumlah suporter yang datang ke stadion sebelum pertandingan itu adalah suporter dari arah Kota Jogja.
Kendati demikian, jika memang ditemukan ada salah satu siswa asal Bantul yang membolos, Suhirman menyerahkan kepada masing-masing sekolah untuk melakukan pembinaan. Ia mengungkapkan, sejatinya sepak bola adalah olahraga dan hiburan, namun jika sampai terjadi kerusuhan bahkan menelan korban jiwa, semua pihak perlu memikirkannya.
Kerusuhan suporter pada Kamis pekan lalu menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah untuk mendata siswanya jika ada ada kegiatan besar seperti pertandingan sepak bola yang menyedot ribuan suporter. Orang tua juga diminta untuk mengawasinya, "Karena dari sekolah misalnya sudah melarang, tapi ketika di rumah kan menjadi pantauan orang tua," kata Suhirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.