Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi (biru memakai topi) mendatangi wasit dan melakukan protes usai pertandingan melawan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (19/7/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL-Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Bantul memastikan tidak ada pelajar asal Bantul yang membolos saat laga Derbi DIY antara PSS Sleman dan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung, Kamis (26/7/2018), pekan lalu.
Kepala Balai Dikmen Bantul, Suhirman mengaku sudah meminta sekolah-sekolah untuk mendata siswa yang tidak masuk kelas hanya untuk menonton sepak bola.
"Hasil pendataan sekolah belum ada laporan siswa di Bantul yang terdeteksi bolos pas pertandingan," kata dia, di kantornya, Selasa (31/7/2018).
Menurut Suhirman pertandingan PSS Sleman dan PSIM itu digelar pada sore hari sehingga jika ada siswa dari Bantul yang ikut menonton, kata dia, sudah di luar jam pelajaran karena jam pelajaran berakhir pada pukul 15.00-15.30 WIB. Hal itu diakuinya juga dibuktikan dengan hasil penjelasan dari kepolisian bahwa sejumlah suporter yang datang ke stadion sebelum pertandingan itu adalah suporter dari arah Kota Jogja.
Kendati demikian, jika memang ditemukan ada salah satu siswa asal Bantul yang membolos, Suhirman menyerahkan kepada masing-masing sekolah untuk melakukan pembinaan. Ia mengungkapkan, sejatinya sepak bola adalah olahraga dan hiburan, namun jika sampai terjadi kerusuhan bahkan menelan korban jiwa, semua pihak perlu memikirkannya.
Kerusuhan suporter pada Kamis pekan lalu menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah untuk mendata siswanya jika ada ada kegiatan besar seperti pertandingan sepak bola yang menyedot ribuan suporter. Orang tua juga diminta untuk mengawasinya, "Karena dari sekolah misalnya sudah melarang, tapi ketika di rumah kan menjadi pantauan orang tua," kata Suhirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.