Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Anggota Karang Taruna Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon siap mengantar almarhum M Iqbal Setyawan ke Makam Balongan, Jumat (27/7/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com,BANTUL -- Tim gabungan Polda DIY dan Polres Bantul kembali mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Muhammad Iqbal Setyawan saat menonton pertandingan laga Derbi Mataram antara PSS Sleman dan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Kamis pekan lalu.
Sebelumnya tim gabungan sudah menangkap dua orang dan keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni LGF, 21, warga Sewon dan WTP, 19, warga Banguntapan.
Wakapolres Bantul Komisaris Polisi Mariska Fendi Susanto membenarkan penangkapan empat orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan. "Tim Resmob dan Progo Sakti sudah mengamankan empat orang lagi yang diduga terlibat penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang," kata Mariska, seusai mengunjungi keluarga korban Muhammad Iqbal Setyawan di Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Rabu (1/8/2018).
Mariska belum mau membeberkan identitas dan peran keempat orang yang diamankan tersebut di wilayah Bantul dan Kota Jogja. Polisi masih membutuhkan waktu untuk memeriksa keempat orang itu, merekontruksi kejadian, serta memeriksa bukti-bukti yang ada.
Jika bukti sudah cukup, kata Mariska, tidak menutup kemungkinan empat orang yang diamankan akan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi akan segera merilis setelah pemeriksaan keempat orang tersebut selesai.
"Sementara kami amankan enam orang, yang dua sudah pasti [sudah jadi tersngka], yang empat masih pengembangan. Kalau bukti cukup bisa ditetapkan jadi tersangka," ujar Mariska. Disinggung soal data empat korban yang beredar di media sosial, Mariska enggan mengomentari.
Muhammad Iqbal Setyawan meninggal dunia di Rumah Sakit Permata Husada setelah dianiaya sejumlah suporter di kawasan Stadion Sultan Agung, pada Kamis pekan lalu. Saat itu ia tengah menonton laga PSS Sleman dan PSIM Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.