Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Emanuel dari Burundi, Afrika sedang berbincang-bincang menggunakan Bahasa Inggris bersama pelaku wisata (penjaja warung makan di Lepo). Ist
Harianjogja.com, BANTUL- Pesatnya perkembangan pariwisata di Dlingo, Bantul akhir-akhir ini telah mendorong banyak pihak untuk melakukan investasi. Tidak semua investasi dalam bentuk uang, investasi yang dilakukan oleh tiga dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini berupa pelatihan pengembangan SDM di Dusun Pokoh, Dlingo, Bantul. Sebuah dusun yang memiliki potensi sumber daya alam yang prospektif untuk dikunjungi wisatawan.
Salah satu sumber daya alam yang dimiliki dusun Pokoh seperti Air Terjun Lepo yang saat ini sudah mulai menjadi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW). Menurut Kepala Dusun Pokoh, Haryono, akhir-akhir ini banyak wisatawan mancanegara yang mengunjungi obyek wisata Lepo ini. Di samping tempatnya yang masih alami, tempat ini masih belum ramai dikunjungi wisatawan sehingga pengunjung pun merasa nyaman berada di lokasi.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, peluang ini disambut baik oleh Tim Penerima hibah Program Pengembangan Desa Mitra yang diketuai oleh Fitria Rahmawati dengan dua anggota yaitu Mariska Intan Sari, dan Puthut Ardianto.
Dengan berbekal keahlian di bidang English for Tourism, ketiga dosen ini memberikan pelatihan untuk meningkatkan kepercayaan diri para pelaku wisata dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Fitria selaku ketua pelaksana menyebutkan bahwa program ini juga merupakan program yang ditunggu-tunggu masyarakat. Karena dalam praktiknya, ketika menghadapi wisatawan asing, para pelaku wisata ini memiliki keterbatasan untuk berkomunikasi.
“Jadi yang kami sampaikan sebenarnya hal-hal sederhana tentang penggunaan Bahasa Inggris yang berhubungan dengan Describing Places, Showing Direction, Creating Itinerary, serta Tour Guide Simulation,” ungkapnya saat ditemui pada Kamis (9/8/2018).
Sementara itu, Mariska menambahkan, dalam program ini, timnya menggandeng mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah English for Tourism untuk dapat menjadi pendamping masyarakat selama program yang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus 2018 ini. Harapannya, mahasiswa juga mampu menerapkan ilmu dan pengalaman mereka di kelas yang akan bermanfaat bagi warga masyarakat.
“Kemudian pada pertemuan terakhir, yaitu Sabtu, 4 Agustus 2018, kami mengajak dua rekan dari Australia dan Afrika untuk menjadi tamu yang berkunjung ke Dusun ini. Lalu membuat simulasi agar peserta pelatihan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh,” imbuh Puthut.
Puthut juga menyampaikan bahwa salah seorang peserta yang bernama Iwan, juga mengharapkan agar program yang sangat bermanfaat untuk mereka tersebut, dapat diteruskan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).