DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi asuransi./orixinsurance.com
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul menyosialisasikan pentingnya petani mengikuti asuransi tani. Pasalnya hingga saat ini hampir semua petani di Bantul belum mengikuti asuransi.
Total jumlah petani di Bantul ada sekitar 112.000 orang. "Yang punya asuransi belum banyak baru puluhan," kata Kepala DP2KP Bantul, Pulung Haryadi, Sabtu (11/8/2018).
Pulung menyadari asuransi petani di Bantul belum diminati. Padahal, menurut dia, ada banyak keuntungan yang diperoleh petani dengan membayar Rp36.000 per sekali musim panen. Dengan premi tersebut petani akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta ketika terjadi gagal panen.
Ia mencontohkan kerugian ratusan juta yang dialami petani di pesisir pantai beberapa waktu lalu, tidak ada yang mendapat ganti rugi. Kerugian itu akibat luapan air laut yang pasang hingga menggenani lahan pertanian. Dalam catatan DP2KP Bantul ada sekitar 25 hektare lahan tanaman yang tergenang, 15 hektare di antaranya adalah tanaman bawang merah.
Pulung memastikan tidak ada bantuan kegagalan panen tersebut karena sebagian petani sudah memahami jika Agustus-September biasa terjadi gelombang pasang dan lahan pertanian sekitar terancam tergenang.
Pulung mengatakan petani bebas untuk mengikuti asuransi tani. Bahkan instansinya akan memfasilitasi bagi petani yang akan ikut asuransi. Dinas juga berupaya mengusulkan agar ada bantuan asuransi dari Pemerintah Pusat, seperti bantuan asuransi untuk nelayan. "Kami terus mendorong supaya petani memiliki jaminan untuk mengantisipasi gagal panen," ujar Pulung.
Sementara itu untuk meminimalisir kerugian akibat gagal panen, DP2KP Bantul juga berupaya merekayasa komoditas. Untuk tanaman yang rawan tergenang air laut seperti di pesisir pantai, nantinya akan diarahkan untuk menanam padi yang lebih tahan terkena genangan. Ia menjelaskan ada banyak varietas padi yang tahan terhadap genangan air asin. Sehingga jika terjadi genangan akibat laut pasang, kata dia, petani tidak merugi. Terutama mendekati bulan-bulan air laut pasang pada Agustus dan September.
Pulung menyadari keuntungan padi memang tidak seberapa dibandingkan dengan tanaman bawang merah. "Bawang untungnya tinggi tapi kalau sekalinya rugi ya tinggi juga ruginya," kata dia.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Parangtritis, Kadiso mengatakan selama ini belum pernah ada sosialisasi soal asuransi petani, sehingga dari 2.300 petani di Desa Parangtritis belum ikut asuransi. "Belum ada yang ikut asuransi karena memang belum ada sosialisasi," kata Kadiso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.