Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) Budhi Susilo (kiri) bersama pemilik toko Kerajinan Indonesia di Malioboro, Sudi Murbintoro, usai mengikuti sidang gugatan di PTUN Jogja, Senin (12/8/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Hingga kini Pemkot Jogja belum bisa mengambil kebijakan apapun terkait masalah PKL Malioboro. Pemkot Jogja keukeh masalah PKL akan diselesaikan setelah proyek pedestrian dan pembangunan sentra PKL di bekas Bioskop Indra rampung.
Padahal kedua proyek tersebut saat ini masih berjalan di bawah pengawas Pemda DIY. "Ini seperti saling lempar tanggungjawab," kata Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) Budhi Susilo seusai menghadiri lanjutan sidang gugatan terkait keberadaan PKL Malioboro di PTUN Jogja, Senin (12/8/2018).
Budhi tampak kecewa sekali dengan jawaban dari Pemkot yang seolah-olah melempar masalah kembali ke Pemda DIY. Dia menegaskan permintaannya supaya keberadaan PKL di depan tokonya tetap steril setelah Pilpres 2019 atau pada 1 Mei 2019. Permintaan senada juga bagi empat toko lainnya. "Paling tidak itu sebagai contoh bagi Pemkot. Terserah toko lain mau mengikuti atau tidak. Yang jelas saya meminta agar fasad Malioboro dikembalikan sesuai aslinya," tegasnya.
Ungkapan senada juga disampaikan pemilik toko lainnya di Malioboro, Sudi Murbintoro. Menurutnya, keberadaan PKL selain mengganggu usaha yang dijalaninya juga tidak mendukung estetika kawasan Malioboro. Belum lagi persoalan jual beli lapak PKL yang menurutnya banyak terjadi di kawasan tersebut.
Berbeda dengan PKL, katanya, pemilik toko masih harus menggaji karyawan dan membayar pajak. Jika kondisi toko terus sepi otomatis pekerja juga harus dirumahkan. "Saya sampai harus berganti jenis produk yang dijual. Ini karena pembeli yang datang sepi. Sebelum berjualan kerajinan saya berjualan kaus. Tapi meski ganti produk, toko saya masih sepi karena tertutup lapak PKL," kata pemilik toko Kerajinan Indonesia itu.
Kuasa Hukum Wali Kota Jogja dan Kepala UPT Malioboro, yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum Bagian Hukum Pemkot Jogja Imron Effendi menyatakan penataan PKL di Malioboro untuk sementara waktu masih menunggu selesainya pengerjaan revitalisasi oleh Pemda DIY.
Sedang alasan Wali Kota Jogja tidak membalas surat PPM pada 19 Juli 2018 karena surat hanya ditujukan pada Kepala UPT Malioboro. Wali Kota Jogja hanya mendapat tembusan. "Perlakuan untuk surat tembusan di Bagian Umum hanya dimasukkan dalam arsip surat biasa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.