Iklim Kacau Balau, Nelayan Dilatih Pahami Cuaca

Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati (berdiri) menyampaikan paparan saat sekolah lapang nelayan di Hotel Indolux, Sleman, Senin (13/8/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
13 Agustus 2018 13:50 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengadakan sekolah lapangan nelayan. Sekolah ini sebagai bekal nelayan dalam memahami perubahan cuaca dan iklim.

Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati membuka langsung sekolah lapang nelayan yang diadakan di Hotel Indolux, Senin (13/8/2018). Selain belasan nelayan asal DIY, petambak, petugas pelabuhan, serta penyuluh perikanan juga diundang dalam sekolah tersebut.

Dwikorita mengatakan sekolah lapang dilakukan seiring dengan terjadinya perubahan iklim global. Ketentuan musim yang sebelumnya selalu menjadi acuan saat ini telah terbolak-balik karena adanya dampak perubahan iklim global. Salah satu yang terdampak terhadap perubahan iklim adalah nelayan.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan perhatian terhadap nelayan agar dapat memahami terjadinya perubahan iklim. "Sekolah lapang nelayan ini karena kami menyadari pentingnya perkiraan cuaca agar nelayan dapat terjaga keselamatannya dan meningkatkan produktivitasnya," ujarnya.

Lanjutnya lagi memang selama ini pihaknya selalu mengeluarkan infomasi terkait dengan adanya perubahan cuaca. Untuk cuaca ekstrim misalnya sudah diinformasikan dini sejak enam bulan sebelumnya.

Namun demikian, informasi tersebut masih bersifat teknis sehingga perlu pemahaman lebih. "Kami harapkan dengan sekolah lapang ini, nelayan lebih mampu memahami informasi yang kami sampaikan," kata mantan Rektor Univeritas Gadjah Mada ini.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DIY, Sulistyo menyambut baik adanya sekolah lapang nelayan. "Harapannya sekolah lapang nelayan, keselamatan nelayan lebih terjaga, sehingga dapat meningkatkan produktivitas," kata dia.