SPPG Menumpuk di Kota, Pemkab Kulonprogo Soroti Program MBG
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Sejumlah penumpang berada di ruang tunggu Stasiun Wates Kulonprogo, Selasa (17/10/2023). KA Lodaya pada Selasa sore tertahan di Stasiun Wates akibat kereta anjlok. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO —- Pelaksanaan Manunggal Fair Binangun Kertoraharjo di Alun-alun Wates sudah selesai. Perputaran uang selama sembilan Manunggal Fair berlangsung diklaim mencapai miliaran rupiah.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kulonprogo, Muhammad Nasta'in yang merupakan panitia penyelenggara Manunggal Fair mengklaim, omzet perputaran uang yang berlangsung selama 26 September hingga 4 Oktober 2025 itu mencapai Rp7,3 miliar. Menurutnya perputaran uang mencapai nilai tersebut mulai dari parkir hingga masuk arena Alun-alun Wates.
"Omzet putaran uang selama sembilan pelaksanaan mencapai kurang lebih Rp7,3 miliar," katanya kepada wartawan, Minggu (5/10/2025).
Capaian perputaran uang tersebut didukung dengan jumlah kunjungan masyarakat ke Manunggal Fair. Nasta'in mengungkapkan, tiap harinya ada ribuan pengunjung yang mendatangi Manunggal Fair. Menurutnya dari data yang dimilikinya selama pelaksanaan pengunjungnya mencapai ratusan ribu yang datang.
"Tercatat perkiraan jumlah pengunjung mencapai 119 ribu masuk di arena Alun-alun Wates," tambahnya. Dia sangat mengapresiasi dukungan semua pihak sehingga Manunggal Fair dapat berjalan sukses dan menarik sampai ratusan ribu pengunjung. Kemeriahan Manunggal Fair didukung dengan kehadiran stand baik dari UMKM dan instansi pemerintah yang turut terlibat.
"Harapan kami Manunggal Fair menjadi ruang publikasi pemerintah, ruang kreatifitas, kolaborasi dan harmoni tumbuhnya jejaring bisnis dan promosi terhadap potensi daerah," ungkapnya.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko menambahkan sinergi dan kolaborasi menjadi kunci sukses lancarnya pelaksanaan Manunggal Fair 2025 ini. Menurutnya, Manunggal Fair merupakan ruang publik yang bisa dijadikan sarana menggerakkan perekonomian kerakyatan agar lebih makmur dan sejahtera.
Dia menilai, ekonomi masyarakat harus terus berdaya dan berkembang jangan sampai lesu. "Tujuan akhirnya jelas, saya sebagai petugas rakyat ingin membawa Kulonprogo ke luar dari kabupaten termiskin se-DIY," tegasnya. Ambar menilai kemiskinan dapat dituntaskan dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Tidak selalu dengan pemberian bantuan sosial semata yang dampaknya hanya sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Seorang PNS Dinkes Kulonprogo rutin bersepeda ontel ke kantor untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung efisiensi BBM usai harga Pertamax naik.
Pelajari cara membuat gambar dan mengedit foto dengan Gemini AI menggunakan prompt yang tepat agar hasil visual lebih akurat dan menarik.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.