Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Ilustrasi dana atau anggaran./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Dana Penghasilan Tambahan Guru (Tamsil) ke DIY tidak dihentikan oleh Pemerintah Pusat. Sebab, penyaluran TPG dan Tamsil DIY pada 2017 berjalan lancar.
"Setahu saya untuk triwulan dua sudah bisa jalan. [DIY] bukan [daerah yang penyaluran TPG dan Tamsilnya dihentikan]," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (14/8/2018).
Baskara Aji mengatakan, dana TPG dan Tamsil pada triwulan pertama sudah disalurkan seperti seharusnya, sehingga pada triwulan kedua, anggaran TPG dan Tamsil cair seperti biasanya.
Seperti diketahui, Kementerian Keuangan menghentikan penyaluran TPG, Tamsil dan Tunjangan Khusus Guru (TKG) dari kuartal I dan II 2018. Penghentian ini dilakukan agar daerah memaksimalkan dana yang mengendap. Untuk TPG, ada 10 daerah yang penyaluran anggarannya dihentikan. Sedangkan penghentian Tamsil menyasar 140 daerah. Adapun penghentian TKG diterapkan bagi 39 daerah.
Penghentian penyaluran dana ini merujuk kepada surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat nomor 44471/A.A1.1/PR/2018 tanggal 16 Juli 2018 mengenai Permohonan TPG, TKG, dan Tamsil melalui DAK Nonfisik Tahun 2018.
Dari hasil rekonsiliasi dana tunjangan guru ditemukan adanya daerah yang menolak penyaluran TKG, dan/atau tidak sepenuhnya merealisasikan TPG, Tamsil, dan TKG sehingga menyisakan dana di RKUD yang mencukupi kebutuhan pembayaran tunjangan selama tahun 2018.
Kepala Bidang Pendidikan Nor Formal dan Informal (PNFI) Disdikpora DIY Mulyati Yunipratiwi mengatakan, dari hasil rekonsiliasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait penyaluran TPG dan Tamsil 2017, DIY termasuk sebagai daerah yang penyaluran dan penyerapannya lancar dan bagus.
Ia menambahkan, pada triwulan pertama, Disdikopora DIY sudah menggelontorkan TPG sebanyak Rp67,10 miliar kepada guru SMA, SMK, SLB dan pengawas. "Untuk triwulan kedua anggarannya Rp70-an miliar. Ini kan masih ada sisa Rp12 miliar dari triwulan pertama. Di triwulan kedua ini juga sudah mencairkan Rp12 miliar," jelas Yuni.
Artinya, peemrintah sudah menggelontorkan lebih dari Rp130 miliar untuk membayar tunjangan profesi guru.
Sementara Tamsil, kata Yuni, sudah disalurkan kepada 37 guru, dari total 178 guru yang berhak. Bagi yang belum mendapatkan tamsil di triwulan pertama akan disalurkan pada anggaran perubahan. Adapun untuk TKG, para guru di DIY tidak mendapatkan tunjangan tersebut karena bukan termasuk daerah terpencil, terpinggir dan terdepan (3T).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.