Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Piyungan di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul kini tengah dalam kondisi memprihatinkan. Akibatnya berton-berton sampah dari tiga daerah tak bisa dibuang ke TPST saat ini.
Terganggunya TPST Piyungan terungkap melalui surat pemberitahun UPT Pelayanan Persmpahan Dinas Lingkungan Hidup Sleman.
Surat bernomor : 974/0004 tertanggal 15 Agustus 2018 itu memberitahukan kondisi TPDT Piyungan saat ii sedang mengalami masalah dengan rusaknya beberapa mesin operator. Akibatnya TPST Piyungan saat ini tidak bisa menerima buangan sampah dari Sleman, Kota dan Bantul.
Saat ini mesin oeprator sedang dalam perbaikan. Adapun surat itu diberitahukan kepada pelanggan pelayanan pengangkutan sampah UPT Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Sleman.
"Oleh karena itu kami mohon maaf atas keterlambatan pengangkutan sampah," kata Kepala UPT Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Sri Restuti Nur Hidayah seperti dikutip dari surat pemberitahuan tersebut, Kamis (16/8/2018).
Dampak terganggunya TPST Piyungan sebelumnya dilaporkan otoritas Pemkab Bantul. Saat ini, 10 truk sampah terpaksa harus kembali dalam keadaan penuh sampah dan sejak Selasa lalu masih menginap di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul. Sementara hari ini masih banyak sampah-sampah yang belum diambil dari tempat pembuangan sementara.
Merujuk data dari TPST Piyungan yang dihimpun Harian Jogja, setiap hari TPST yang berada di Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul itu setiap hari menerima limpahan rata-rata 500 ton sampah dari Sleman, Kota Jogja dan Bantul. Di sisi lain kapasitas TPST sendiri saat ini sudah overload alias kelebihan muatan 900.000 ton. Kondisi tak layak tersebut terus dipaksakan sejak 2012, saat kapasitas TPST Piyungan dinyatakan telah penuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.