Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK se-Sleman sedang melakukan workshop tentang penyusunan RPP di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan pada Jumat (10/8/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN-Guru matematika SMK di Sleman berupaya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menyesuaikan dinamika kurikulum yang ada. Pengajaran matematika antara SMK dan SMA pun harus dibedakan.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK di Sleman Surajiono mengatakan kurikulum 2013 mengalami beberapa kali revisi hingga di 2017 direvisi terkait pematangan karakter. Ia mengatakan penyusunan RPP di guru mata pelajaran matematika pun harus menyesuaikan dengan dinamika perbaikan kurikulum yang ada.
Untuk memberikan pemahaman pada guru terkait penyusunan RPP, MGMP Matematika SMK di Sleman mengadakan workshop di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan pada Jumat (10/8) lalu. Surajiono berharap dengan adanya workshop tersebut, guru mata pelajaran matematika di Sleman bisa menyusun RPP agar sesuai aturan. "Ketika RPPnya bagus, diharap aplikasi di kelasnya juga bagus, dan target kualitas pembelajaran siswa bisa tercapai," katanya pada Jumat lalu.
Surajiono mengatakan saat ini jumlah SMK di Sleman yang mencapai 58 sekolah. Dalam pembelajaran, RPP akan digunakan sebagai acuan, dan ketika menyusun RPP di SMK, harus juga dibedakan dengan SMA.
"Harus ada perbedaan penyusunan RPP antara SMA dan SMK. Targetnya juga beda kalau SMK kan untuk bersiap di dunia kerja, sedangkan SMA matematikanya nanti lebih dalam lagi," ujarnya. Surajiono mengatakan pengembangan pembelajaran matematika di SMK lebih ditekankan pada praktek dan tidak sedetail di SMA.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Fardian Imam mengatakan pihaknya sudah mengarahkan agar setiap guru di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan bisa aktif dalam komunitas guna mendapatkan informasi.
"Dengan adanya workshop, kami pacu agar perangkat pembelajaran itu lengkap, tidak hanya di matematika tapi juga di mata pelajaran lainnya," jelas Fardian.
Sementara itu Plt Kepala Balai Dikmen Kabupaten Sleman Aragani Mizan Zakaria berharap guru matematika bisa menerapkan perkembangan pengajaran matematika ke semua guru agar terjadi pemerataan kualitas pengajaran. Ia juga berharap agar dari penyusunan RPP ini guru bisa lebih berinovasi dan menyesuaikan dengan kurikulum yang ada.
"Beberapa guru yang ada di MGMP sudah melaksanakan pelatihan di provinsi maupun pusat, dan ini perlu disebarkan juga ke yang lainnya," jelas Aragani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya
Penghasilan dari usaha kos tetap dikenai pajak, tetapi tidak masuk skema PPh final 10 persen seperti rumah kontrakan. Simak aturan, tarif, dan batas omzet terba
Ibu hamil keluar malam pada dasarnya tidak dilarang, tapi ada 10 risiko yang perlu diwaspadai: kelelahan, gangguan tidur, hingga dehidrasi. Simak panduan amanny
Zulhas memastikan bangunan Kopdes Merah Putih yang tidak sesuai lokasi akan ditertibkan sebelum beroperasi pada September 2026.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. Bangladesh, Yordania, Suriah, Kirgistan, Lebanon, hingga Sri Lanka disebut sebagai kandidat pengganti di Grup A ber