BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK se-Sleman sedang melakukan workshop tentang penyusunan RPP di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan pada Jumat (10/8/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN-Guru matematika SMK di Sleman berupaya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menyesuaikan dinamika kurikulum yang ada. Pengajaran matematika antara SMK dan SMA pun harus dibedakan.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK di Sleman Surajiono mengatakan kurikulum 2013 mengalami beberapa kali revisi hingga di 2017 direvisi terkait pematangan karakter. Ia mengatakan penyusunan RPP di guru mata pelajaran matematika pun harus menyesuaikan dengan dinamika perbaikan kurikulum yang ada.
Untuk memberikan pemahaman pada guru terkait penyusunan RPP, MGMP Matematika SMK di Sleman mengadakan workshop di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan pada Jumat (10/8) lalu. Surajiono berharap dengan adanya workshop tersebut, guru mata pelajaran matematika di Sleman bisa menyusun RPP agar sesuai aturan. "Ketika RPPnya bagus, diharap aplikasi di kelasnya juga bagus, dan target kualitas pembelajaran siswa bisa tercapai," katanya pada Jumat lalu.
Surajiono mengatakan saat ini jumlah SMK di Sleman yang mencapai 58 sekolah. Dalam pembelajaran, RPP akan digunakan sebagai acuan, dan ketika menyusun RPP di SMK, harus juga dibedakan dengan SMA.
"Harus ada perbedaan penyusunan RPP antara SMA dan SMK. Targetnya juga beda kalau SMK kan untuk bersiap di dunia kerja, sedangkan SMA matematikanya nanti lebih dalam lagi," ujarnya. Surajiono mengatakan pengembangan pembelajaran matematika di SMK lebih ditekankan pada praktek dan tidak sedetail di SMA.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Fardian Imam mengatakan pihaknya sudah mengarahkan agar setiap guru di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan bisa aktif dalam komunitas guna mendapatkan informasi.
"Dengan adanya workshop, kami pacu agar perangkat pembelajaran itu lengkap, tidak hanya di matematika tapi juga di mata pelajaran lainnya," jelas Fardian.
Sementara itu Plt Kepala Balai Dikmen Kabupaten Sleman Aragani Mizan Zakaria berharap guru matematika bisa menerapkan perkembangan pengajaran matematika ke semua guru agar terjadi pemerataan kualitas pengajaran. Ia juga berharap agar dari penyusunan RPP ini guru bisa lebih berinovasi dan menyesuaikan dengan kurikulum yang ada.
"Beberapa guru yang ada di MGMP sudah melaksanakan pelatihan di provinsi maupun pusat, dan ini perlu disebarkan juga ke yang lainnya," jelas Aragani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.