Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah tunggakan di BPJS Kesehatan Cabang Sleman mencapai Rp19 miliar. Berbagai upaya sudah ditempuh untuk menekan tunggakan tersebut, salah satunya dengan bekerja sama dengan koperasi.
Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Nugraheni Syarifah Ediastuti, mengatakan tunggakan tersebut meliputi Kabupaten Sleman dan Kulonprogo sebagai wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Sleman. Kendati demikian, angka terbesar masih didominasi oleh Sleman.
"Peserta BPJS Kesehatan di Depok paling banyak menunggak, disusul Ngaglik. Ada yang beralasan kesulitan ekonomi, merasa tidak memanfaatkan dan tidak sakit, pernah merasa kecewa dengan pelayanan BPJS Kesehatan, sengaja enggak bayar, ada pula karena pindah alamat," kata Heni, Sabtu (25/8/2018).
Nilai tunggakan sekitar Rp19 miliar tersebut terdiri dari 15.000 kepala keluarga (KK) kategori peserta mandiri atau bukan penerima upah (BPU). Berbagai upaya sudah ditempuh mulai dari kunjungan rutin kepada penunggak, kerja sama dengan kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pengoptimalisasian kelas satu dan dua menggunakan pembayaran otomatis secara autodebet, sampai bekerja sama dengan Koperasi Nusantara untuk membantu pembayaran para penunggak.
Dengan adanya kerja sama dengan Koperasi Nusantara yang dimulai pada Mei 2018, tunggakan bisa dibayarkan oleh koperasi selama 12 bulan. "Bagi yang nominal [tunggakan] cukup besar [bisa menggunakan Koperasi Nusantara]. Modelnya seperti kredit tanpa bunga," katanya.
Seperti halnya mengajukan kredit, penunggak harus disurvei terlebih dulu oleh tim Koperasi Nusantara. Untuk karyawan diminta menyerahkan keterangan penghasilan. Kendati sudah ada kemudahan pembayaran, peserta penunggak belum banyak yang tertarik menggunakan layanan ini.
Untuk peserta kelas tiga yang menunggak, jika mereka masuk kategori miskin maka BPJS Kesehatan akan berupaya berkoordinasi dengan Pemkab Sleman. "kami berkoordinasi apakah mereka bisa dialihkan ke PBI [Peserta Bantuan Iuran] atau tidak," kata Heni. Tahun ini sudah ada 2.400 peserta yang dialihkan ke PBI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.