Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Kapal-kapal milik nelayan di Pantai Baru diamankan saat terjadi gelombang tinggi beberapa waktu lalu. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah nelayan Pantai Samas, Srigading, Sanden, Bantul, meminta Pemerintah Kabupaten memperbaiki tempat pelelangan ikan (TPI) di pantai setempat.
Sadino, salah seorang nelayan Pantai Samas mengatakan TPI yang ada saat ini belum dilengkapi dengan tempat penampungan air bersih, jalan menuju TPI masih berupa pasir, dan tidak ada pasar ikan seperti di Pantai Depok, Parangtritis.
Padahal, kata dia, nelayan di Samas juga setiap hari beraktivitas melaut. Ada sekitar 50 nelayan yang aktif. Setiap hari hasil tangkapan rata-rata per nelayan saat cuaca bagus bisa sampai 40 kilogram ikan.
"Jadi kami mohon diperhatikan agar dibangunkan tandon air dan sarana pendukung TPI," kata Sadino, seusai audiensi dengan Bupati Bantul Suharsono di kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (27/8/2018).
Hasil adudiensi tersebut diakui Sadino, Bupati Suharsono menyambut baik dan meminta nelayan segera membuat proposal agar ditindaklanjuti melalui Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Bantul pada anggaran 2019 nanti.
Karena menunggu anggaran 2019 terlalu lama, Sadino berharap penampungan air dibangun terlebih dahulu, karena air bersih selain berfungsi untuk TPI juga sangat dibutuhkan warga. Ada 25 kepala keluarga (KK) yang sehari-harinya beraktivitas di Samas dan kesulitan mengakses air berih. "Setiap hari 25 KK ini mengeluarkan uang Rp15.000 untuk membeli air bersih untuk memasak," ucap Sadino.
Sementara itu, Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi mengatakan sudah memiliki rencana untuk melengkapi fasilitas TPI Pantai Samas pada 2019 mendatang. Namun perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran.
Selain terbatasnya anggaran, fasilitas TPI juga harus disesuaikan dengan jumlah nelayan, aktivitas harian nelayan, serta pergerakan nelayan di TPI. Menurut dia, TPI Pantai Depok dan Samas tidak bisa disamakan. "Ada perbedaan mencolok seperti jumlah nelayan, jumlah perolehan tangkapan nelayan Samas dan Depok," kata Pulung.
Namun demikian dengan semangat para nelayan Samas, Pulung meyakini TPI Samas juga bisa berkembang dari sisi fasilitas. Dinas tidak ingin membangun fasilitas nelayan yang tidak digunakan oleh nelayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.