PHRI Dorong Borobudur Jadi Hub Bisnis Kuliner dan Pariwisata
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
Suasana pembukaan acara Gebyar Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 di Balai Tekkomdik Dinas Dikpora DIY, Rabu (29/8/2018). /Harian Jogja-Laurensia Dewi
Harianjogja.com, JOGJA--Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) DIY bekerja sama dengan Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyelenggarakan kegiatan Gebyar Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar).
Gebyar Anugerah Kihajar 2018 diselenggarakan mulai tanggal 29 hingga 31 Agustus. Dalam kegiatan tersebut diadakan beberapa lomba seperti kuis Kihajar untuk jenjang SD, SMP dan SMA, lomba menggambar jenjang SLB, lomba band Ipad jenjang SMP dan SMA, lomba penyiar radio bagi siswa SMA dan sederajat, lomba video edukasi, lomba fotografi pendidikan, lomba video edukasi bagi guru dan lomba aplikasi mobile untuk pembelajaran bagi guru.
Kepala Balai Tekkomdik DIY Isti Triasih berharap kegiatan Gebyar Anugerah Kihajar 2018 dapat meningkatkan dan mengapresiasi kemampuan akademik dan profesional pendidik serta siswa dalam mendayagunakan teknologi informasi komunikasi (TIK) guna meningkatkan mutu pendidikan, sehingga tingkat kebermanfaatan TIK bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para pelajar di DIY, bisa diukur.
Tema besar yang diusung pada Gebyar Anugerah Kihajar 2018 adalah Membangun Generasi Bangsa Sejak Dini di Era Digital. "Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat saling bersama-sama bergerak mendidik generasi belia untuk dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, tangguh dan mengedepankan karakter ketimuran," jelas Isti usai pembukaan Gebyar Anugerah Kihajar 2018.
Gebyar Anugerah Kihajar merupakan agenda tahunan yang sudah diselenggarakan sejak 2002 silam. Isti mengatakan, yang utama harus ada pada gelaran itu adalah kuis Kihajar. Tapi, untuk di DIY ditambah beberapa lomba guna mewadahi kreativitas guru dan siswa.
"Kami Ingin mengembangkan budaya inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan TIK. Dalam revolusi industri 4.0 kita harus menyatu. Guru harus bisa mengikuti perkembangan zaman," jelasnya.
Isti menambahkan, salah satu agenda utama dalam rangkaian Gebyar Anugerah Kihajar 2018 adalah lokakarya pendidikan, yang mengangkat tema Membangun Karakter Peserta Didik di Era Digital.
Para narasumber, ujar Isti, akan menyampaikan seluk beluk pengaruh kemajuan teknologi digital terhadap perkembangan anak, manfaat dan dampak negatifnya, tantangan yang dihadapi peserta didik.
"Melalui lokakarya ini, diharapkan para peserta memperoleh bekal yang memadai dan semakin siap dalam mendampingi peserta didik tumbuh berkembang di era digital."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.