Pemkab Bantul Yakin Tak Ada Penundaan Pilurdes

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 05 September 2018 12:10 WIB
Pemkab Bantul Yakin Tak Ada Penundaan Pilurdes

Ilustrasi pemerintah desa/JIBI

Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul optimistis tidak ada desa yang ditunda menggelar pemilihan kepala desa atau pilurdes serentak 2018. Keyakinan ini tidak lepas dari perpanjangan masa pendaftaran di dua desa yang sudah menunjukkan perkembangan yang baik.

Kepala Sub Bagian Lembaga Desa, Bagian Administrasi Pemerintah Desa, Sekretaris Daerah Bantul, Edy Muryanto mengatakan proses perpanjangan masa pendaftaran dilaksanakan di Desa Poncosari dan Ngestiharjo. Perpanjangan dilakukan karena jumlah calon belum memenuhi persyaratan.

“Di dua desa waktu diperpanjang karena pada saat pendaftaran hanya ada calon tunggal. Perpanjangan pendaftaran dibuka sejak 29 Agustus hingga 26 September mendatang,” kata Edy, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, di masa perpanjangan menunjukkan perkembangan baik. Untuk pendaftaran di Ngestiharjo, kata Edy, sudah ada satu bakal calon yang mendaftar sehingga dipastikan pertarungan pilurdes di desa ini lebih dari satu calon. “Yang terpenting lebih dari satu orang sehingga pilurdes tetap berjalan sesuai dengan tahapan yang dibuat,” katanya.

Sementara itu, untuk perpanjangan masa pendaftaran di Desa Poncosari belum ada tambahan calon. Meski demikian, lanjut Edy, pihaknya optimistis syarat calon minimal dapat terpenuhi. “Pasti akan bertambah karena berdasarkan informasi dari panitia setempat sudah ada warga yang mengurus syarat-syarat pencalonan untuk mendaftar sebagai bakal calon lurah desa,” ucap dia.

Melihat perkembangan perpanjangan masa pendaftaran di dua desa, Edy meyakini tidak ada penundaan dalam pilurdes serentak di tahun ini. “Kami tunggu hingga masa perpanjangan berakhir, tetapi dengan melihat perkembangan saya yakin akan ada bakal calon yang mendaftar lagi,” katanya.

Bupati Bantul Suharsono berpesan agar seluruh elemen dapat menjaga kondisi kondusif di masing-masing wilayah. Ia meminta agar pelaksanaan pilurdes dapat berjalan aman dan lancar sehingga tidak ada perpecahan karena pemilihan tersebut.

“Semua harus bisa menjaga diri dan menahan jangan sampai terjadi anarkisme. Untuk itu, semua pihak harus ikut berpartisipasi menjaga keamanan di setiap desa yang menyelenggarakan pilurdes,” kata Suharsono.

Menurut dia, dalam penyelenggaraan pilurdes harus dibarengi dengan sikap dewasa. Sebab dalam pelaksanaan bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan pemilihan bertujuan untuk mencari pemimpin terbaik demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan di desa.

“Kami semua bersaudara dan tidak baik terpecah-pecah karena beda pandangan dalam pilurdes. Akan lebih baik semangat yang dimiliki digunakan untuk membangun desa yang lebih baik lagi,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online