Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Rektor Universitas Sanata Dharma Johanes Eka Priyatma saat memberikan sambutan pada wisuda periode September, Jumat (7/9/2018)./Harian Jogja-Sawitra Mustika
Harianjogja.com, SLEMAN- Universitas Sanata Dharma (USD) mewisuda 1.174 lulusan pada kegiatan wisuda periode pertama. Di tengah arus perubahan yang cepat serta ketidakpastian yang tinggi ini, wisudawan dan wisudawati harus terbuka terhadap perubahan dan siap untuk belajar.
Rektor USD Johanes Eka Priyatma mengatakan, selama setahun terakhir USD banyak bergulat dengan salah satu isu yang sangat relevan dengan tantangan dan peluang yang akan dihadapi wisudawan, yakni era Revolusi Industri 4.0 atau yang disebut era revolusi industri keempat oleh Klaus Schwab, pendiri dan Ketua Eksekutif World Economic Forum.
"Salah satu pertanyaan mendasar yang wajib alumni jawab adalah apakah revolusi industri keempat ini akan lebih banyak menciptakan peluang atau justru memberikan banyak ancaman terutama dari sisi ketersediaan lapangan pekerjaan?" ujar Johanes Eka saat memberikan sambutan pada wisuda periode pertama USD, Jumat (7/9/2018). Wisuda di USD diselenggarakan dua kali, yakni September dan Maret. Pada September, dari 1.383 lulusan, yang ikut wisuda sebanyak 1.174 orang.
Johanes Eka melanjutkan, jumlah penduduk terus bertambah dan sejalan dengan itu, persoalan mendasar kemanusiaan seperti kelaparan, pengungsi, kesehatan, pendidikan dan kerusakan lingkungan juga terus bertambah. "Dengan kata lain, apakah arah peradaban umat manusia yang menuju era revolusi industri keempat akan melahirkan sistem ekonomi yang berkelanjutan ataukah justru mempercepat kehancuran peradaban karena lahirnya ketimpangan yang semakin akut?"
Di tengah arus ketidakpastian dan perubahan yang cepat, para wisudawan dan wisudawati, kata Johanes Eka, tidak punya banyak pilihan kecuali menghadapinya dengan penuh semangat dan kepercayaan diri. Sikap terbaik yang dapat diambil adalah bersedia untuk terbuka terhadap perubahan dan siap untuk terus belajar.
Meskipun era Revolusi Industri 4.0 akan menghilangkan banyak jenis pekerjaan lama, tapi ia yakin era tersebut juga akan menciptakan banyak jenis pekerjaan baru. Tapi, karena sifatnya masih baru, maka peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan melalui kesedian untuk terus belajar.
"Kami sangat berharap para wisudawan yang telah berhasil digembleng menjadi pribadi yang cerdas dan humanis akan siap menjadi orang-orang mandiri menghadapi era yang baru tersebut. Kemandirian dalam belajar akan menjadi kunci utama keberhasilan para wisudawan berkiprah di era penuh tantangan ini," ujar Johanes Eka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.