Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Suasana peternakan ayam milik PT Widodo Makmur Unggas di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Selasa (11/9/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perusahaan peternakan ayam, PT Widodo Makmur Unggas (WMU) di kawasan Geopark Gunung Sewu atau tepatnya di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, belum memiliki dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). "Amdal belum turun, proses perizinnya di provinsi oleh Dinas PUP-ESDM DIY," kata Bupati Gunungkidul, Badingah, Selasa (11/9/2018).
Meski begitu dia optimistis dokumen tersebut akan segera dilengkapi. Dia pun berharap proses ini segera tuntas sebab keberadaan peternakan ayam sebagai upaya menyejahterakan masyarakat.
Badingah juga menjamin keberadaan peternakan ayam ini tidak akan merusak alam, khususnya kawasan lindung karst. Pihak pengelola peternakan sendiri lanjutnya sedang berupaya melengkapi dokumen-dokumen penunjang.
Merujuk data tata ruang Kabupaten Gunungkidul, lokasi pembangunan paternakan ayam PT WMU tidak menyalahi aturan. Pasalnya Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu memang ditetapkan sebagai tempat usaha peternakan ayam.
Sebelumnya, pengelola Gua Jomblang dan kawasan Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul, Cahyo Alkantana menilai berdirinya peternakan ayam milik PT WMU di kawasan Geopark Gunung Sewu dikhawatirkan mengganggu ekosistem alam. Limbah dari peternakan kata dia bisa mencemari lingkungan.
Cahyo menjelaskan lokasi peternakan ayam ini berada di lingkaran 1 zona inti Gunung Sewu, juga zona inti wisata gua-gua dan telaga karst. Lokasi tersebut merupakan jalur pertemuan empat sungai utama bawah tanah yakni Sumuluh Seropan, Jomblang Grubug, Bribin dan Ngingrong.
Itu yang jadi kekhawatirannya, sebab keberadaan peternakan ini ditakutkan akan menghasilkan limbah yang nanti dibuang ke sungai-sungai bawah tanah. "Padahal sungai tersebut dimanfaatkan untuk sumber air minum dan kegiatan wisata, jika dibiarkan bisa rusak semuanya. Selain itu kawasan Geopark Gunungsewu juga dilindungi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.