Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Gus Miftah saat mengajak pengunjung club malam untuk bertakbir. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JOGJA- Sosok Gus Miftah Habiburrahman belakangan menjadi sorotan karena kativitas dakwahnya yang kerap dilakukan di kelab malam. Bahkan kawasan prostitusi Sarkem di Jogja juga tak luput dari lokasinya berdakwah.
Gus Miftah Habiburrahman, kiai nyentrik pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, kian menjadi sorotan publik setelah berceramah dan berselawat di kelab malam Boshe VVIP Bali.
Gus Miftah mengakui sudah puluhan tahun berdakwah di tempat-tempat tak lazim.
“Saya terus berdakwah seperti itu, karena hal tersebut adalah ibadah,” kata Gus Miftah, Rabu (12/9/2018).
Selain di kelab-kelab malam, Gus Miftah menuturkan kerap mengadakan pengajian di lokasasi legenderasi Jogja, yakni Pasar Kembang alias Sarkem.
Lani—bukan nama sebenarnya—yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) mengakui, mengikuti pengajian Gus Miftah di balai Rukun Warga 03 Sarkem setiap bulan.
“Saya sudah sejak tahun 2015 mengikuti pengajian Gus Miftah di sini. Senang bisa menambah ilmu, mendapat siraman rohani, Gus Miftah enak orangnya,” tutur Lani di RT 17 Sarkem.
Ia menuturkan, mengikuti pengajian Gus Miftah atas kesadaran diri. Tidak ada paksaan. Tak pula ada larangan dari germo.
Lani bertambah senang, karena Gus Miftah sering membawa artis untuk ikut berceramah di Sarkem. Salah satu artis yang diingatnya pernah memberikan ceramah adalah, Peggy Melati Sukma.
“Kadang dia sering bawa artis Pegy Watisukma [sic]. Kalau mengaji, tak ada paksaan. Kami ikut Gus Miftah karena sadar saja,” tuturnya.
Pengajian Gus Miftah di Sarkem selalui dimulai sejak pukul 18.30 WIB dan berakhir pada 21.00 WIB. Jadi, setiap sebulan sekali, semua PSK di Sarkem “tutup warung” demi mengikuti pengajian Gus Miftah.
“Banyak yang ikut. Kemarin, pas 1 Suro sedikit. Tapi biasanya 100 lebih yang ikut,” tukasnya.
Cinta, PSK Sarkem juga, mengatakan Gus Miftah sering memberikan mukena, buku panduan salat, Alquran serta makanan kepada mereka.
“Kalau ikut pengajiannya dikasih mukena. Ada juga buku panduan salat. Alquran, dan makanan. Itu dibawa Gus Miftah sendiri,” terangnya.
Lani menimpali pengakuan Cinta. “Iya, kalau mukena kami rusak, bilang ke Gus Miftah, nanti dikasih lagi.”
Sementara Cinta, juga mengakui cukup lama mengikuti pengajian Gus Miftah. Dia menuturkan, mendapatkan pengetahuan tentang agama dan nilai-nilai kebaikan melalui pengajian tersebut.
“Setiap ceramahnya, ada nilai-nilai kebaikan yang jadi panduan saya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.