Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Atlet Kano Indonesia Riska Andriyani dan Mur Meli memacu kecepatan pada final kano 500 meter ganda putri Asian Games 2018 di danau Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/8/2018). / Antara-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sektor olahraga belum mendapatkan perhatian dari Pemkab Gunungkidul. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid.
Dia tidak memungkiri bahwa Pemkab sejauh ini memang belum memberikan perhatian lebih khususnya soal pemberian penghargaan untuk atlet maupun pelatih. "Seperti pemberian dana bagi atlet Gunungkidul yang berlaga di ajang Asian Games beberapa waktu lalu. Sebenarnya kualitas mereka [atlet dan pelatih] sudah cukup baik," ucap dia, Kamis (13/9/2018).
Salah satu atlet asal Gunungkidul yang pada Asian Games 2018 lalu menjadi pelatih fisik Tim Nasional Voli Indonesia, Ivan Budi Aji mendukung wacana pemberian penghargaan bagi atlet. "Sudah selayaknya atlet berprestasi mendapatkan penghargaan dan dukungan dari pemkab setempat," ucap dia.
Meski begitu untuk saat ini lanjutnya yang menjadi pekerjaan rumah Pemkab, bukanlah pemberian penghargaan bagi atlet, melainkan terkait dengan pembangunan infrastruktur penunjang olahraga di Gunungkidul bisa dioptimalkan.
Dia mengaku banyak pembangunan insfratruktur daerah yang kurang menyasar fasilitas olahraga. Salah satunya adalah keberadaan Stadion Handayani yang menurutnya kurang mendapat perhatian pemerintah. "Padahal di sanalah putra putra terbaik Gunungkidul ditempa dan dibina. Salah satu cabang olahraga, yakni atletik misalnya sudah banyak melahirkan atlet-atlet nasional," ucapnya.
Selain itu pembinaan atlet juga harus menjadi perhatian pemkab. Ivan berharap pemkab tak henti hentinya melakukan jemput bola ke daerah pelosok Gunungkidul guna mencari bibit bibit baru.
Dia tidak ingin sampai ada pemandu bakat dari luar daerah yang terlebih dulu menjaring bibit muda ini. Dia mencontohkan ada beberapa atlet bola voli Gunungkidul yang lebih memilih bergabung dengan klub di wilayah Jogja, Sleman maupun Bantul.
"Padahal banyak dari mereka [atlet] yang memiliki kualitas terbaik di kelasnya. Hal ini kan sangat disayangkan jika nantinya mereka tidak bisa berjuang untuk tanah kelahiran mereka sendiri," kata Ivan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.