30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-Parangtritis Geomaritim Science Park (PGSP) menyatakan jika serius ingin merestorasi gumuk pasir maka semua yang menghalangi masuknya material pasir ke kawasan gumuk pasir, termasuk bangunan dan pohon.
Bukan hanya membuat lorong angin, "Kalau buat lorong angin enggak terlalu signifikan. Kalau mau seperti dulu solusinya harus ditebang semua minimal di zona inti saja," kata Kepala PGSP, Nicky Setiawan, saat dihubungi, Jumat (14/9/2018).
Nicky mengatakan dari tiga kawasan gumuk pasir, minimal yang perlu direstorasi adalah zona inti, karena zona timur sudah tidak bisa diotak-atik. Sementara zona barat menjadi zona penunjang zona inti. Karena sulit untuk mempertahankan semua zona.
Menurut dia di zona inti terdapat sejumlah tanaman bunga yang ditanam masyarakat. Selain itu kawasan zona inti juga terhalang pepohonan cemara udang terutama di lokasi pantai cemaro sewu. "Yang harus segera dibersihkan itu pohonnya supaya material masuk," ujar dia.
Namun demikian, Nicky menyadari untuk menghilangkan pohon-pohon bukan perkara mudah. Dari hasil komunikasi dengan berbagai pihak, pohon-pohon cemara udang itu dulu ditnam di sepanjang sempadan pantai untuk menghalau abrasi dan tsunami. Kondisi tersebut diakuinya serba salah menjadi tidak singkron dengan upaya mengembalikan kondisi gumuk pasir.
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan apa yang direkomendasikan PGSP akan jadi kajian penting untuk segera ditindaklanjti. Bukan hanya soal pohon namun juga pendukung pariwisata, "Akan evaluasi gimana kepentingan ekonomi tak tabrakan dengan kelestarian lingkungan," kata dia.
Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Yohanes Ariyanto mengatakan perlu ada koordinasi bersama dengan Pemda DIY dalam penataan kawasan gumuk pasir. Karena kawasan tersebut menjadi kewenangan Pemda DIY.
Kendati demikian pihaknya siap membantu. "Untuk tanaman bunga dan tempat-tempat swafoto yang mengganggu ekosistem gumuk pasir akan kami kembalikan ke seperti semula. Soal pohon cemara perlu dipetakan dulu pohon mana saja yang kira-kira menghalangi gumuk pasir," ucap Ariyanto.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, sebelumnya mengatakan dari sisi pariwisata keberadaan gumuk pasir bisa menjadi destinasi unggulan, karena keberadaannya hanya ada dua di dunia, yakni Meksiko dan Indonesia.
Menurut dia, gumuk pasir menjadi daya tarik wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Namun soal penataannya, ia mengaku bukan kewenanagannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.