BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Nelayan dan warga saat melaksanakan tradisi Pisungsung Jaladri di Pantai Samas. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Nelayan di Pantai Samas, Desa Srigading, Sanden sudah bersiap untuk kembali melaut. Mereka pun berharap hasil tangkapan ikan yang diperoleh melimpah sehingga dapat menutupi kerugian selama tidak melaut.
Salah seorang nelayan di Pantai Samas Wiranto mengatakan, sejak beberapa bulan lalu nelayan berhenti menangkap ikan. Ini lantaran, kondisi di laut sedang tidak bersahabat karena disebabkan gelombang tinggi dan angin kencang.
“Kondisi ini terus terjadi setiap tahunnya, tapi dalam waktu dekat laut akan kembali bersahabat. Hal itu berarti nelayan kembali bisa menangkap ikan di laut,” kata Wiranto kepada Harianjogja.com, Jumat (14/9/2018).
Dia pun berharap pada saat masa tangkap hasil yang diperoleh bisa melimpah sehingga kerugian selama tidak melaut dapat tertutupi. “Mudah-mudahan ikannya melimpah dan kami dapat memperoleh pendapatan berlebih,” tuturnya.
Menurut Wiratno, selama tidak melaut banyak nelayan yang beralih pekerjaan, mulai dari bertani, menangkap kepiting di muara sungai atau mencari pasir. Meski demikian, sambung dia, masih ada nelayan yang tetap mencari ikan, tapi dengan menggunakan jaring eret yang dilempar dari pantai. “Yang paling penting, kami tetap mendapatkan penghasilan meski tidak menangkap ikan di laut,” tuturnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Jito. Menurut dia, seperti yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, setelah terjadi musim paceklik, akan ada musim tangkap yang melimpah. Dia pun berharap di tahun ini terjadi panen ikan di laut. “Mudah-mudahan ikannya bisa melimpah sehingga pendapatan nelayan meningkat,” katanya.
Menurut dia, untuk mempermudah mendapatkan ikan dan sebagai bentuk pelestarian tradisi, nelayan Samas juga sudah melakukan ritual Pisunsung Jaladri. Ritual melarung kepala kerbau ke tengah laut menggunakan kapal jukung ini dilaksanakan pada Selasa (11/9/2018), bertepatan dengan perayaan tahun baru Islam. “Selain untuk melestarikan tradisi, upacara ini juga sebagai salah satu cara menarik wisatawan berkunjung ke kawasan pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa