Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kota Jogja berkurang 650 pemilih. Jika sebelumnya ditetapkan sebanyak 299.880 pemilih, saat ini jumlah DPT menjadi 299.229 pemilih.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jogja Wawan Budiyanto mengatakan penggurangan jumlah DPT tersebut dilakukan setelah KPU melakukan pencermatan. KPU juga menerima rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jogja.
"Setelah kami cermati, ada 650 pemilih yang tidak memenuhi syarat sehingga kami coret dari DPT. Mereka yang dicoret karena meninggal dunia, data ganda maupun pindah penduduk,” kata Wawan, Senin (17/9).
KPU juga terus berkoordinasi dengan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Jogja terkait nama pemilih yang tidak sama dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Kami cek data NIK nya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.