SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kota Jogja berkurang 650 pemilih. Jika sebelumnya ditetapkan sebanyak 299.880 pemilih, saat ini jumlah DPT menjadi 299.229 pemilih.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jogja Wawan Budiyanto mengatakan penggurangan jumlah DPT tersebut dilakukan setelah KPU melakukan pencermatan. KPU juga menerima rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jogja.
"Setelah kami cermati, ada 650 pemilih yang tidak memenuhi syarat sehingga kami coret dari DPT. Mereka yang dicoret karena meninggal dunia, data ganda maupun pindah penduduk,” kata Wawan, Senin (17/9).
KPU juga terus berkoordinasi dengan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Jogja terkait nama pemilih yang tidak sama dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Kami cek data NIK nya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.