25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Ketua Bawaslu Bantul Harlina mengatakan di masa awal kampanye masih terlihat sepi. Hal ini terjadi karena fokus kampanye masih bersifat pertemuan terbatas sehingga tidak melibatkan massa.
“Masih landai karena meski telah memasuki masa kampanye, tetapi belum bersifat terbuka dengan rapat umum di lapangan dan sebagainya,” kata Harlina kepada wartawan, Senin (24/9/2018).
Menurut dia, untuk tahapan kampanye saat ini masih sebatas pertemuan tatap muka, kampanye dialogis hingga pelaksanaan dengan jumlah peserta terbatas. Selain itu, juga dilaksanakan sosialisasi dengan menyebarkan bahan kampanye dan alat peraga kampanye oleh KPU. “Untuk alat peraga atau iklan akan difasilitasi KPU,” ucapnya.
Sementara itu, masa kampanye dengan rapat terbuka dengan melibatkan massa, baru dilaksanakan pada pertengahan Maret hingga April 2019 mendatang. “Jadi untuk saat ini kegiatan kampanye masih belum ramai karena belum masa kampanye terbuka,” kata dia.
Dia berharap kepada partai maupun calon anggota DPRD dapat menaati segala aturan dalam pemilu sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Menurut Harlina, meski kampanye masih landai, ntetapi Bawaslu akan terus melakukan pengawasan. Selain mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan, dia mengaku terus berkomunikasi ke partai politik untuk menyosialisasikan upaya pencegahan pelanggaran pemilu. “Semua pihak harus menjaga situasi dan kondisi tetap aman dan damai,” katanya.
Ditambahkan Harlina, untuk memaksimalkan pengawasan, Bawaslu akan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif sebagai pengawas partisipasi. Hal ini dilakukan karena jumlah personel pengawas yang dimiliki masih sangat terbatas. “Satu desa hanya satu pengawas. Jadi, masyarakat diminta berpartisipasi sehingga upaya pengawasan lebih optimal,” kata dia.
Hal senada diungkapkan Koordinator Divisi Pengawasan, Bawaslu Bantul Supardi. Menurut dia, pihaknya akan terus mengawasi untuk meminimalkan pelanggaran.
Meski demikian, sambung Pardi, di dalam pengawasan Bawaslu memfokuskan upaya pencegahan ketimbang penindakan. “Penindakan tetap akan dilakukan, tetapi bukan menjadi fokus utama. Sebab, pengawasan lebih banyak dengan menggelar sosialisasi pencegahan baik ke masyarakat maupun partai politik,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.