Persija vs Persib Hari Ini, Prediksi Skor dan Line Up
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Salah satu rangkaian kegiatan Jogja Gumregah di Kawasan Omah Sinau Masyarakat Karangwaru Riverside di Kelurahan Karangwaru, Tegalrejo./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Kawasan Omah Sinau Masyarakat Karangwaru Riverside di Kelurahan Karangwaru, Tegalrejo, semakin nyaman dan asri. Apalagi, fasilitas di kawasan ini lebih lengkap dengan adanya toilet umum bantuan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Kraton Cup Golf Tournament 2017.
Peresmian toilet tersebut dipadu dengan Pagelaran Budaya Jogja Gumregah. Sebuah kegiatan pertunjukan disertai dialog budaya untuk mengajak masyarakat DIY menjaga keistimewaan Ngayogyakarta. "Semoga fasilitas baru ini akan semakin menambah kenyamanan pengunjung. Silakan dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya,\'\' kata Sekda DIY Gatot Saptadi seusai meresmikan toilet tersebut, Rabu (26/9/2018).
Menurut Gatot, Jogja Gumregah bukanlah event biasa yang menonjolkan gerakan budaya, tetapi juga melibatkan masyarakat. Bagaimana masyarakat juga mengangkat nilai-nilai luhur yang sudah ada sejak dulu.
“Aspek kebudayaan dalam keistimewaan ini penting untuk persatuan dan kesatuan di DIY. Dan harap diingat, pada 2020 visi DIY adalah menjadi pusat budaya terkemuka di Asia Tenggara. Artinya, penting untuk menjaga dan menggali potensi kebudayaan di DIY,\'\' kata Gatot.
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY Singgih Raharjo mengatakan Jogja Gumregah merupakan manifestasi dari Renaisans Jogja yang dicanangkan oleh Gubernur DIY. Secara khusus Jogja Gumregah di Karangwaru mengusung tema “Greget, Gandeng, Gendong”. Melalui tema tersebut masyarakat Karangwaru diajak bersama-sama saling membantu mengisi keistimewaan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan potensi Karangwaru dalam semua bidang seperti kesenian, kuliner, bahasa dan lainnya. Intinya kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat di semua lini, aspek, dan stakeholder agar bangkit dan mengisi Keistimewaan Jogja,\'\' katanya.
Acara Jogja Gumregah diramaikan pementasan tari-tarian tradisional dari warga Karangwaru seperti Tari Nawung Sekar, Tari Kiana Raja, dan Tari Karangwaru Nata Desa sebagai wujud nyata partisipasi warga menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Ada pula dialog budaya dengan moderator Rommy Heryanto dan narasumber Sekda DIY Gatot Saptadi, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY Singgih Raharjo, Anggota Parampara Praja Prof. Edy Suandi Hamdi dan Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat Tridaya Waru Mandiri Karangwaru, Marshadi.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Program Gandeng Gendong yang di luncurkan Pemkot sejak April lalu ikut mendukung kegiatan Jogja Gumregah.
Pasalnya program Gandeng Gendong juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bergotong-royong, membantu warga lain yang kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan.
“Terutama warga miskin agar mereka bisa lebih sejahtera. Salah satu hal yang kami lakukan dengan membeli produk-produk masyarakat,” katanya.
Program Gandeng Gendong tersebut, lanjutnya melibatkan seluruh elemen pembangunan yang ada. Perwujudannya dilakukan melalui pengembangan semua pemangku kebijakan sesuai kewenangan masing-masing.
“Pemkot dalam satu tahun memiliki anggaran konsumsi sebesar Rp38 miliar. Setiap kelurahan bisa mendapatkan Rp70 juta setahun, dan kalau digunakan benar-benar setiap tahun minimal bisa mengurangi 35 warga miskin," ujar Heroe.
Anggota Parampara Praja Prof Edy Suandi Hamid menekankan agar pengentasan kemiskinan oleh pemerintah bisa melibatkan kampus-kampus di DIY.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), pemerintah bisa berkolaborasi untuk mengangkat potensi yang dimiliki masing-masing kampung. “Program KKN yang dilakukan kampus bisa mendukung program pembangunan dan mengangkat masyarakat miskin ke derajat hidup yang lebih tinggi,” usulnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.