Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-- Kepala Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) Nicky Setiawan mengaku tidak akan tinggal diam terhadap masalah sampah di kawasan pesisir. Untuk langkah pencegahan, PGSP akan terus memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan kebersihan lingkungan.
Menurut dia, kebersihan merupakan hal yang harus diperhatikan untuk mendukung keindahan alam di kawasan pantai.
“Sampah menjadi masalah serius yang harus ditangani,” kata Nicky kepada Harian Jogja, Jumat (28/9/2018).
Dia menjelaskan untuk penanganan sampah dilakukan dua cara. Pertama, memberikan edukasi terkait bahaya sampah. Masyarakat diajak agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami sosialiasikan. Contohnya di dalam jalan sehat untuk memeperingati ulang tahun PGSP, para peserta diminta tidak membuang sampah sembarangan,” ucap dia.
Menurut Nicky, cara kedua penanganan sampah dengan tindakan nyata. Pada tahun ini, sambung dia, PGSP bekerja sama dengan komunitas pencinta alam menggelar gerakan memungut sampah di kawasan pantai. Sampah yang terkumpul kemudian didaur ulang untuk bahan kerajinan tangan.
“Tahun depan kami juga akan menyelenggarakan acara yang sama dengan melibatkan komunitas yang lebih banyak,” kata dia lagi.
Dia menambahkan untuk kebersihan lingkungan di kawasan pantai bukan semata-mata tugas dari pemerintah atau PGSP. Namun, masyarakat harus ikut berpartisipasi sehingga penanganan dapat optimal. “Semua pihak harus berpartisipasi sehingga kebersihan dan keindahan alam pantai benar-benar terjaga,” jelas dia.
Salah seorang pengunjung di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Istiyani mengakui masih ada sampah di kawasan pantai. Selain itu, di sekitar warung-warung juga masih ada tumpukan sisa kelapa yang belum dibuang. “Memang tidak banyak, tetapi akan lebih baik jangan dibiarkan menumpuk,” katanya.
Istiyani menuturkan kebersihan di kawasan pantai harus benar-benar dijaga. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan kesan nyaman kepada pengunjung sehingga betah berlama-lama di kawasan wisata.
“Kalau tempatnya bersih maka wisatawan akan senang dan tidak bosan berkunjung lagi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.