Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-- Kepala Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) Nicky Setiawan mengaku tidak akan tinggal diam terhadap masalah sampah di kawasan pesisir. Untuk langkah pencegahan, PGSP akan terus memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan kebersihan lingkungan.
Menurut dia, kebersihan merupakan hal yang harus diperhatikan untuk mendukung keindahan alam di kawasan pantai.
“Sampah menjadi masalah serius yang harus ditangani,” kata Nicky kepada Harian Jogja, Jumat (28/9/2018).
Dia menjelaskan untuk penanganan sampah dilakukan dua cara. Pertama, memberikan edukasi terkait bahaya sampah. Masyarakat diajak agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami sosialiasikan. Contohnya di dalam jalan sehat untuk memeperingati ulang tahun PGSP, para peserta diminta tidak membuang sampah sembarangan,” ucap dia.
Menurut Nicky, cara kedua penanganan sampah dengan tindakan nyata. Pada tahun ini, sambung dia, PGSP bekerja sama dengan komunitas pencinta alam menggelar gerakan memungut sampah di kawasan pantai. Sampah yang terkumpul kemudian didaur ulang untuk bahan kerajinan tangan.
“Tahun depan kami juga akan menyelenggarakan acara yang sama dengan melibatkan komunitas yang lebih banyak,” kata dia lagi.
Dia menambahkan untuk kebersihan lingkungan di kawasan pantai bukan semata-mata tugas dari pemerintah atau PGSP. Namun, masyarakat harus ikut berpartisipasi sehingga penanganan dapat optimal. “Semua pihak harus berpartisipasi sehingga kebersihan dan keindahan alam pantai benar-benar terjaga,” jelas dia.
Salah seorang pengunjung di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Istiyani mengakui masih ada sampah di kawasan pantai. Selain itu, di sekitar warung-warung juga masih ada tumpukan sisa kelapa yang belum dibuang. “Memang tidak banyak, tetapi akan lebih baik jangan dibiarkan menumpuk,” katanya.
Istiyani menuturkan kebersihan di kawasan pantai harus benar-benar dijaga. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan kesan nyaman kepada pengunjung sehingga betah berlama-lama di kawasan wisata.
“Kalau tempatnya bersih maka wisatawan akan senang dan tidak bosan berkunjung lagi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.