Siang Ini Ada Labuhan Nelayan di Pantai Depok Bantul, Ribuan Bungkus Nasi Gurih Bakal Dibagikan

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 05 Agustus 2024 07:37 WIB
Siang Ini Ada Labuhan Nelayan di Pantai Depok Bantul, Ribuan Bungkus Nasi Gurih Bakal Dibagikan

Arsip-Sebanyak tiga buah gunungan isi hasil bumi dan olahan ikan laut sebelum diperebutkan di Pantai Depok pada 2022 silam. - Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Nelayan Pantai Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul akan menyelenggarakan upacara adat tradisi Labuhan Nelayan 45 Bahari di kawasan pantai setempat, Senin (5/8/2024) siang ini.

Rencananya upacara adat tradisi tahunan ini akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. "Upacara adat tradisi Labuhan Nelayan 45 Bahari tahun ini akan dilaksanakan pada hari Senin Wage, tanggal 5 Agustus 2024 mulai jam 14.00 WIB, di Pendapa Pantai Depok," kata Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul , Markus Purnomo.

Upacara adat ini diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan kenduri, dan diakhiri dengan melabuh sesaji, sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah tangkapan ikan, dan juga memohon rejeki untuk masa yang akan datang.

"Malam harinya akan dipentaskan wayang kulit semalam dengan dalang Ki Hadi Sutoyo dengan bintang tamu Rini Widyastuti dan Sihono," ujarnya.

Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Pantai Depok sekaligus penanggung jawab acara, Sutarlan mengatakan kegiatan budaya Labuhan Nelayan itu rutin digelar setiap tahun yang dimulai sejak 2000 silam.

BACA JUGA: Ungkapkan Syukur, Nelayan Pantai Depok Bagikan 5.000 Bungkus Nasi Gurih

Ia menjelaskan, bentuk kegiatannya memang berupa labuhan namun memiliki makna tasyakuran atas penghasilan nelayan yang didapat dari hasil laut dan kunjungan wisatawan. Selain itu, labuhan nelayan ini juga merupakan pengharapan masyarakat di kawasan wisata Pantai Depok agar dilancarkan rezekinya.

“Meskipun upacara adat labuhan tapi kita tidak melarung ubo rampe, tapi diperebutkan oleh warga di pinggir pantai sehingga bermanfaat buat masyarakat dan pengunjung,” ujar Sutarlan.

Lebih lanjut Sutarlan mengatakan semua proses upacara adat hingga penyiapan uba rampe tersebut dilakukan secara swadaya karena memang warga sudah sepakat untuk menggelar syukuran yang dibalut dengan budaya lokal. Warga Depok selama ini mendapatkan rezeki dari laut dan juga dari wisatawan yang berkunjung.

“Harapan kami pada Allah yang pertama tentunya aman, nyaman dapat ikan bagi nelayan dan bagi pelaku kuliner banyak pengunjung. Kalau banyak pengunjung banyak juga yang memanfaatkan hasil tangkapan ikan,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online