Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Bakmi Jawa Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul bakal menggelar Gunungkidul Lautan Bakmi di Taman Budaya Gunungkidul, Kamis (13/10/2025). Even kuliner ini digelar sebagai bagian dari syukuran ditetapkannya Bakmi Jawa sebagai Warisan Budaya Tak Benda di 2025.
“Kita siapkan 2.025 porsi bakmi jawa untuk masyarakat yang diberikan secara gratis,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Chairul Agus Mantara, Rabu (10/12/2025).
Hingga Rabu siang, ia mengakui sudah ada 1.500 warga yang akan berpartisipasi dalam gelaran Gunungkidul Lautan Bakmi di Taman Budaya. Hal ini terlihat dari pengambilan kupon yang akan ditukarkan untuk makan mie saat gelaran berlangsung.
“Kita masih siapkan sekitar 1.000 kupon yang siap diberikan ke masyarakat sebelum acara dimulai,” katanya.
Menurut dia, target Bakmi Jawa yang disediakan sebanyak 2.025 porsi. Namun, Mantara tidak menampik bahwa yang disediakan bisa mencapai 3.000 porsi.
Hal ini dipersiapkan untuk mengantisipasi membludaknya antusiasme warga yang akan menghadiri acara ini. “Tentunya yang disiapkan lebih banyak agar yang datang tetap mendapatkan hidangan Bakmi Jawa yang menjadi ciri khas di Gunungkidul,” katanya.
Ditambahkan Mantara, Bakmi Jawa Gunungkidul memiliki kekhasan sendiri. Selain telah berusia lebih dari tiga generasi, proses memasaknya masih menggunakan peralatan tradisional anglo yang dibakar menggunakan arang.
“Proses masaknya juga tidak banyak. Sebab, setiap porsi dimasak satu per satu. Tidak boleh dimasak berbarengan dalam sekali masakan,” katanya.
Diungkapkan dia, selain menyiapkan ribuan porsi bakmi jawa, di dalam penyelenggaraan juga melibatkan sekitar 20 peracik bakmi yang berasal dari Kalurahan Piyaman, Wonosari dan Logandeng di Kapanewon Playen.
“Selain pesta bakmi juga ada pentas campursari dan tari tayub untuk menghibur warga maupun undangan yang hadir,” katanya.
Analisis Warisan Budaya, Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Hadi Risma mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pelestarian budaya, baik yang berwujud benda maupun tak benda. Tahun ini, salah satu peninggalan yang ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda oleh Pemerintah Pusat adalah Bakmi Jawa yang menjadi ciri khas di Kabupaten Gunungkidul.
“Makanya diselenggarakan festival mie bertajuk Gunungkidul Lautan Bakmi di Taman Budaya,” kata Hadi.
Menurut dia, proses pengajuan Warisan Budaya Tak Benda tidak hanya berhenti di Bakmi Jawa. Pasalnya, di tahun depan juga mulai membuat kajian untuk pengusulan yang lainnya.
“Kami mengajukan Nasi Berkat sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Gunungkidul. Kajian sudah dilakukan dan tahun depan diajukan ke Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Kelok 23 ditargetkan rampung akhir Agustus 2026, tetapi belum langsung dibuka. Pemda DIY masih mengkaji operasional dan kesiapan jalur.
DPRD Kulonprogo menyoroti kualitas infrastruktur yang dinilai kurang optimal dan meminta Pemkab memperketat pengawasan serta mutu pekerjaan
Jurassic World: Dominion menjadi film termahal dengan biaya produksi US$658,8 juta. Simak 5 film dengan anggaran fantastis lainnya.
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Guru Besar UGM menawarkan tiga strategi mengatasi kelangkaan hijauan pakan ternak saat kemarau, dari silase hingga infrastruktur irigasi.