Gerindra Gunungkidul Bangun Kantor Rp1 Miliar, Rampung Akhir Tahun
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Kepala BPS Gunungkidul, Agus Hartanto saat memaparkan laju inflasi di Bumi Handayani di Kantor BPS Gunungkidul, Kamis (1/10/2026)/Harian Jogja-David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Inflasi Gunungkidul pada September 2026 tercatat sebesar 0,24% secara month to month (m to m). Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul mencatat beras dan cabai rawit menjadi komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di Bumi Handayani.
Kepala BPS Gunungkidul, Agus Hartanto, mengatakan inflasi masih terjadi pada September setelah sebelumnya juga tercatat pada Agustus. Berdasarkan perhitungan m to m, inflasi Gunungkidul pada September mencapai 0,24%.
Sementara itu, inflasi secara kumulatif sejak Januari hingga September 2026 tercatat sebesar 1,72%. Adapun inflasi secara years on years (y on y) dari September 2025 hingga September 2026 mencapai 3,07%.
“Meski masih terjadi inflasi, tapi lajunya masih terkendali karena berada di bawah yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebesar 3,5%,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (1/9/2026).
Beras dan Cabai Rawit Jadi Penyumbang Terbesar
Agus menjelaskan kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi m to m Gunungkidul pada September dengan andil sebesar 0,27%.
Jika dilihat berdasarkan komoditas, beras dan cabai rawit menjadi penyumbang terbesar. Masing-masing komoditas memberikan sumbangan sebesar 0,8%.
Menurut Agus, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil produksi. Di sisi lain, permintaan di pasaran masih tinggi.
Kondisi tersebut terlihat dari harga jual beras yang berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.
“Faktor cuaca sehingga berpengaruh terhadap hasil produksi. Sedangkan, permintaan di pasaran juga masih tinggi. Ini bisa dilihat dari harga jual beras yang di atas harga eceran tertinggi [HET] yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” katanya.
Inflasi Gunungkidul Terendah di DIY
Meski mengalami inflasi, Agus mengatakan laju inflasi Gunungkidul pada September menjadi yang paling rendah dibandingkan wilayah lain di DIY.
Berdasarkan data BPS, inflasi m to m Kota Jogja tercatat sebesar 0,28%, sedangkan inflasi DIY mencapai 0,26%.
Sementara itu, inflasi m to m nasional pada September 2026 berada di angka 0,30%.
“Untuk inflasi m to m nasional di angka 0,30%. Harapannya dengan pemaparan data ini, maka bisa ditindaklanjuti oleh pemkab agar laju inflasi bisa terus dikendalikan hingga akhir tahun,” ungkapnya.
Data tersebut menjadi bahan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk melakukan langkah pengendalian inflasi hingga penghujung 2026, terutama terhadap komoditas yang memberikan tekanan terhadap harga.
Perhitungan Inflasi Dilakukan Setiap Bulan
Statistik Ahli Pertama BPS Gunungkidul, Ardiyas Munsyianta, mengatakan perhitungan inflasi dilakukan setiap bulan.
Menurutnya, penghitungan tersebut diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di masyarakat dengan mengacu pada indikator yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
“Pasti tiap bulannya ada perhitungan inflasi mengacu pada indikator yang telah ditentukan dari pusat,” katanya.
Ardiyas menambahkan, berdasarkan perhitungan sepanjang 2026, kondisi harga tidak selalu mengalami inflasi. Pada beberapa bulan, terutama di awal tahun, juga tercatat deflasi.
Dengan demikian, pergerakan inflasi maupun deflasi bersifat fluktuatif. Kebijakan pemerintah pusat juga dapat memberikan dampak terhadap terjadinya deflasi maupun inflasi.
“Hasil perhitungan flutuktuatif dan kebijakan dari pemerintah pusat juga bisa berdampak terjadinya deflasi atau inflasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.
Batas belanja pegawai 30 persen ditunda. Kulonprogo masih mencatat belanja pegawai sekitar 36 persen dari total APBD.