56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Foto ilustrasi aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyadari kawasan wisata sebagai sektor andalan juga rawan bencana. Oleh sebab itu, kajian mitigasi bencana akan disusun agar pelaksanaan kepariwisataan dapat berjalan lancar dan aman.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, menyampaikan akhir-akhir ini terjadi kehebohan terkait potensi bencana di kawasan wisata. Menurut dia, hal tersebut wajar karena setiap lokasi memiliki risiko kebencanaan.
“Jadi tidak hanya di destinasi wisata, tapi di lokasi lain juga ada potensi berkaitan dengan kebencanaan,” kata Nanang, Rabu (10/12/2025).
Nanang menjelaskan, yang terpenting dari risiko kebencanaan adalah upaya mitigasi agar dampak dapat ditekan sekecil mungkin. “Secara spesifik memang belum ada program mitigasi kebencanaan di kawasan wisata. Namun, dengan kehebohan potensi bencana di media sosial, kami segera menyusun kajian mendalam,” ujarnya.
Menurut Nanang, kajian tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus melibatkan pihak berkompeten. “Tujuannya memberikan solusi bersama agar destinasi wisata tetap berjalan, namun dari sisi mitigasi bencana ada kepastian keamanan,” ujarnya.
Meski demikian, Nanang mengakui kesiapsiagaan mitigasi di kawasan pantai lebih baik dibandingkan destinasi lain. Hal ini karena sejumlah program antisipasi megathrust dan tsunami sudah berjalan.
“Upaya mitigasi terus dilakukan agar dampak bencana dapat dikurangi,” kata dia.
Sebelumnya, Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan sejumlah objek wisata alam seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk, dan Cave Tubing Kalisuci aman dikunjungi. Namun kewaspadaan terhadap potensi bencana saat musim hujan perlu ditingkatkan agar tidak terjadi hal tak diinginkan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, menyebut sempat ada peringatan potensi longsor di beberapa objek wisata alam Gunungkidul. Lokasi rawan mencakup Gua Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo; Cave Tubing Kalisuci di Kalurahan Pacarejo, Semanu; dan Air Terjun Sri Getuk di Kalurahan Bleberan, Playen.
Supri mengatakan, secara lokasi beberapa tempat ini rawan bencana terutama saat musim hujan. “Wisata alam sangat rentan saat musim hujan, sehingga penting ada mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi bencana,” ujarnya.
Ia mengakui pengumuman destinasi wisata rawan bencana berdampak pada kunjungan wisata. Berdasarkan laporan, sudah ada pembatalan kunjungan ke destinasi Gua Pindul.
Untuk mengantisipasi dampak negatif pada kunjungan, langkah cepat dilakukan. Pihak Dinas Pariwisata DIY dan BPBD Gunungkidul melakukan monitoring lapangan agar kesiapsiagaan kebencanaan benar-benar terjaga. “Kondisinya masih aman untuk kunjungan wisata, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” kata Supri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.